Fri
25
Sep
2009
Penuh Pengharapan Dalam Pelayanan - Kisah 24:1-21
Hidup penuh pengharapan adalah merupakan kehendak Allah di dalam hidup kita.
1 Petrus 1:3Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
Di dalam perikop ini kita mendapati tiga tokoh besar di salam sejarah, yaitu Ananias (Imam Besar), Paulus (Rasul Yesus Kristus), dan Feliks (Wali negeri/gubernur Yudea). Ketiga orang ini memiliki kondisi kehidupan yang jauh berbeda.
Ananias 12 tahun menjadi Imam Besar. Dia bersahabat dengan orang roma dan mati dibunuh pada saat peperangan orang yahudi melawan roma yang pertama tahun 69.
Menggambarkan orang kristen agamawi – menghakimi menurut hukum-hukum.
Feliks adalah gubernur Yudea saat Paulus dihadapkan kepadanya. Menurut sebuah referensi Feliks adalah seorang pemimpin yang keji dan agak mata keranjang. Untuk mendapatkan ketiga istrinya itu ia tidak segan-segan merebutnya dari orang lain, termasuk Drusila ? konon saat itu ia adalah wanita yang amat cantik ? yang direbutnya dari Azizus, raja Emesa. Tapi karena pengaruhnya yang kuat di dalam pengadilan negara ia lolos dengan santai.
Menggambarkan orang kristen yang suam-suam kuku.
Paulus adalah Rasul Tuhan Yesus yang militan menyerahkan hidupnya bagi visi Tuhan memberitakan Injil bagi orang-orang non yahudi.
Menggambarkan murid Kristus yang dewasa.
Di dalam Alkitab kita dapat melihat banyak peringatakan akan kemurtadan dari sebuah pelayanan, akan kemunduran dalam pelayanan, terbakarnya sebuah pelayanan ketika diuji. Hal ini penting untuk kita waspadai sebab bila kita memiliki dasar pelayanan yang benar, maka kita akan memiliki pelayanan yang penuh pengharapan artinya pelayanan yang pasti berhasil, pelayanan yang sampai pada garis akhir, pelayanan yang terjamin kemenangannya. Seperti yang dikatakan Firman Tuhan bahwa kita lebih dari pemenang. Rasul Paulus memiliki dasar pelayanan yang demikian sehingga tidak ada yang dapat mempengaruhi keyakinannya dalam melayani Tuhan.
II Tim 4:7-8 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.
3 Tokoh diatas merupakan gambaran orang-orang yang menyembah Allah dan mencari Jalan keselamatan serta melayani Tuhan namun dengan dasar yang berbeda.
Pada pagi hari ini kita akan belajar dari kehidupan pelayanan Paulus, yaitu penuh pengharapan di dalam pelayanan.
1. PELAYANAN YANG DILANDASI OLEH KETULUSAN – ay 16
Masa kita sekarang ini adalah masa yang penuh dengan
kepalsuan, tiruan dan samaran. Di mana-mana kita bisa menemukan kepalsuan. Ada bunga palsu, gigi, rambut, kaki, tangan dan sebagainya. Sepintas kita akan mengalami kesulitan untuk membedakannya.
Tentu saja tidak ada yang salah dengan bunga, gigi, rambut, kaki, tangan yang palsu tersebut yang salah adalah apabila yang dipalsukan adalah sifat-sifat manusia. Kadangkala manusia melapisinya
dengan kegiatan agama supaya tidak bisa dibedakan - inilah KEMUNAFIKAN. Manusia bisa dikelabui tapi Tuhan tidak pernah bisa.
Panggilan Tuhan kepada kita sebagai anak-anaknya adalah supaya kita bersikap TULUS dalam kekristenan kita, membuang segala kepalsuan dan kemunafikan kita. Gereja terus -menerus dituduh sebagai tempat
yang penuh dengan kemunafikan. Sebab itu kita harus mewaspadai ragi kemunafikan ini sama seperti Yesus memberi peringatan kepada murid--muridnya tentang ragi orang Fansi. Orang munafik adalah orang
yang bermuka dua. Artinya orang yang pandai bersandiwara misalnya setiap minggu rajin beribadah, teratur berdoa tetapi dalam hidupnya sehari-hari penuh dengan ketidakjujuran misalnya: bisnis, suka
nyontek dan sebagainya.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia "tulus" berarti murni, tidak punya tendensi yang lain, ikhlas, tidak ada rasa ingin memiliki, tidak ada rasa eman (sayang).
Seringkali Tuhan menguji ketulusan hati kita ketika kita hidup ambil bagian dalam Visi Tuhan. Berbagai pencobaan Allah ijinkan terjadi untuk memurnikan iman kita. Bila kita tulus hati melayani Tuhan, kita tidak akan menjadi kuatir dengan segala pencobaan yang terjadi, namun tetap mencari dahulu Kerajaan Allah & kebenarannya (Mat 6:33).
Rasul Paulus berkata bahwa dia selalu berusaha hidup dengan hati nurani yang murni artinya dia selalu membiarkan Tuhan memurnikan hatinya seperti Kristus yang murni.
Ketulusan hati menjadi tanda bahwa sesorang bukan menjadi orang kristen agamawi. Tokoh Ananias yang dapat kita pelajari di dalam perikop ini berfokus pada hukum-hukum dan suka menghakimi orang lain berdasarkan hukum-hukum tersebut.
2. PELAYANAN YANG DILANDASI KEBENARAN INJIL – ay 14-15
Kebenaran Injil harus menjadi satu-satunya dasar dalam kita melayani Tuhan.
Ketika seseorang tidak benar-benar dimerdekakan dalam Injil Tuhan Yesus, ia tidak dapat melayani Tuhan dengan setia dan merdeka.
Injil Kristus tidak pernah menekan kita. Kebenaran Injil yang kita terima dengan sepenuhnya justru akan memerdekakan kita
Yoh 8:31-32 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Kudan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Di dalam pelayanan yang berpusat pada kebenaran Injil Kristus, kita dapat menjadi Terang di tengah-tengah kebenaran.
Yes 60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu
Dikatakan bahwa Injil Kristus (Terang yang sejati) itu sudah datang dalam hidup kita. Bila kita tinggal di dalamnya, maka kita akan bangkit dan menjadi terang.
Ada banyak jenis terang yang tidak teruji :
- Terang lampu listrik, Lampu petromak, Terang dari Obor (menimbulkan asap yang menyesakkan : kesombongan)
Yang Alkitab gambarkan adalah seperti pelita atau lilin, ia memancarkan cahaya sampai ia sendiri mencair samoai habis.
Bila kita mempelajari kehidupan feliks sang gubernur, maka orang ini adalah jenis orang percaya yang suam-suam kuku, yang tidak berpusat pada Injil Kristus yang sejati. Ay 22-25.
Pelayanan yang demikian pada akhirnya akan kandas karena akan membebani kita.
3. PELAYANAN YANG BERGERAK DALAM ROH KUDUS – ay 18
Perjalanan Rasul Paulus ke Yerusalem adalah di dalam satu visi yang mulia dan di dalam pimpinan Roh Kudus. Kis 23:11
Kita telah belajar melalui camp A Dynamic Generation bahwa Roh Kudus yang di dalam hati kita senantiasa berusaha menggerakkan kita untuk melakukan banyak hal bagi Kristus, bahkan di dalam segala hal.
Ketika seseorang membiarkan Roh Kudus bergerak dan menginspirasikan kerinduan-Nya dalam hatinya, maka ia akan dapat melayani Tuhan dengan penuh pengharapan, dengan sebuah keyakinan dan keteguhan hati karena Pekerjaan Roh Kudus adalah membangun, meneguhkan setiap daripada orang percaya.
Bila seseorang melayani Tuhan karena emosinya yang sesaat, maka ia tidak akan dapat bertahan sampai akhir.
Feliks contohnya ketika menerima perkataan yang menganggu dia, dia berhenti mendegarkan perkataan Paulus.
Jangan biarkan daging & perasaan kita mengontrol keputusan yang kita ambil, namun biarlah Roh Kudus menyelidiki dan memimpin segala hati & pikiran kita.
Ibrani 6 : 19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
"Allah tidak menjamin perjalanan nyaman, tapi Dia menjanjikan suatu pelabuhan yang aman."