Expository Preachings
27 JUNI 10
BERJALAN DI DALAM KETAATAN - Ibrani 12:18-29 - by Ps H
BERJALAN DI DALAM KETAATAN
Ibrani 12 : 18 - 29
Adalah sesuatu yang luar biasa ketika kita menyadari bahwa kita adalah orang-orang yang telah ditebus oleh darah Kristus, sehingga kita menjadi umat kepunyaan Allah yang menerima keselamatan dan berhak atas seluruh janji-janji Allah dari sejak kita di dunia sampai pada kekekalan
Dan terhadap semua janji Allah itu, kita perlu iman untuk mengalaminya, kita perlu berjalan di dalam ketaatan, karena kadang apa yang kita alami seakan-akan bertentangan dan jauh dari kehidupan yang dijanjikan Tuhan
I Petrus 1 : 6 – 7 “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini seketika harus berduka oleh berbagai-bagai pencobaaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu, yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api, sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Krstus menyatakan diriNya”
Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari perikop yang kita baca pagi hari ini, untuk kita membuat keputusan bagaimana tetap setia berjalan di dalam ketaatan dan iman kepada Allah, yaitu :
1. Menyadari bahwa kita sudah berada di tempat yg benar. Ay 18 - 25
Penulis memperbandingkan 2 tempat, yaitu gunung yang dapat disentuh (Sinai) dan Bukit Sion, yang intinya adalah untuk mengkontraskan antara Perjanjian Lama yang berada dibawah Hukum Taurat dan Perjanjian Baru yang berada dibawah Anugerah Allah, dimana Gunung Sinai terdapat : api yang menyala-nyala, kekelaman, kegelapan, angin badai, bunyi sangkakala dan bunyi suara yang mengerikan, sedangkan Bukit Sion adalah kota Allah yang hidup, Yerusalem Surgawi, suatu kumpulan yang meriah dari beribu-ribu malakat, kumpulan jemaat anak-anak sulung, tempat Allah yang menghakimi semua orang, tempat roh-roh orang yang telah menjadi sempurna, tempat Yesus dan Darah Pemercikan
Di gunung Sinai menunjukkan pengalaman orang-orang yang berada di bawah Hukum Taurat, yaitu adanya api penghukuman, tidak ada pengharapan dan suatu keputusasaan karena siapa gerangan yang dapat mentaati sepenuhnya Hukum Allah yang Kudus itu. Di Bukit Sion menggambarkan tentang surga, tempat Allah Bapa dan Yesus Kristus bertahta
Dan melalui Yesus Kristus, kita telah berada di tempat yang benar yaitu surga, tempat dimana Allah ada dan tempat yang penuh kedamaian dan sukacita
Yoh 14 : 1 – 2 “Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKU. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Dengan menyadari bahwa kita sudah berada di tempat dan jalur yang benar, maka kita akan bertekun di dalam jalan-jalan Allah
2. Mengingat konskwensi ketidaktaatan. Ay 25
Melalui pengorbanan Darah Kristus, kita telah diselamatakan dan selama kita ada di tengah-tengah dunia, di dalam pengiringan kita kepada Yesus Kristus, Tuhan ingin kita tetap setia, bertekun dan taat terhadap jalan-jalanNya, walalupun kita ada di dalam masa-masa yang sulit
Penulis memberi peringatan kepada orang percaya Ibrani untuk tidak melakukan ketidaktaatan dengan memberi gambaran bagaimana bangsa Israel menerima murka Allah yang dahsyat ketika mereka tidak memtaati seluruh Hukum Taurat yang telah diberikan
Dimana peringatan tersebut bukan menyatakan bahwa kalau kita tidak taat kepada Allah, kita akan binasa seperti bangsa Israel, tetapi penulis ingin menekankan betapa Tuhan membenci ketidataatan dan betapa dahsyat murka Allah kepada ketidaktaatan, sehingga setiap ketidaktaatan akan menimbulkan konsekwensi baik di dalam kehidupan orang percaya maupun orang tidak percaya
Di dalam masa anugerah, konskwensi yang kita terima ketika kita jatuh di dalam ketidaktaatan berbeda dengan masa Perjanjian Lama, yang membawa pada kebinasaan. Karena Di dalam Kristus, kita tidak lagi menjadi orang-orang yang binasa karena penghukuman ( Roma 8 : 1 )
Ketidaktaan orang percaya membawa seseorang tidak dapat menerima seluruh janji-janji Allah dan itu adalah kerugian besar bagi orang percaya
3. Menyadari bahwa apa yang kita miliki di dalam Yesus akan tinggal tetap. Ay 26 - 29
Segala sesuatu yang ada di dunia ini akan digoncangkan, supaya pada akhirnya akan nampak tentang sesuatu yang tidak dapat tergoncang dan tidak mengalami perubahan
Dan Firman Tuhan katakan bahwa segala sesuatu akan punah, dan hanya Firman Allah yang akan tinggal tetap ( I Petrus 1 : 24 – 25 )
Hal tersebut berarti tidak sesuatu apapun di dunia ini yang akan tetap dan tidak tergoncang serta tidak mengalami perubahan . Maka kalau kita berfokus pada dunia dan kita berbalik dari Allah demi mendapatkan apa-apa yang dapat diberikan oleh dunia, kita akan menjadi kecewa
Kalau Firman Allah yang tinggal tetap, maka itu berarti bahwa seluruh janji-janji Allah yang telah difirmankan akan tetap berdiri teguh, tidak mengalami perubahan. Dengan demikian ketika kita menaruh iman kepada Allah dan senantiasa percaya akan Firman Allah, kita akan menerima seluruh janji Allah dan sifatnya adalah tetap sampai pada kekekalan.
Menyadari akan apa yang kita terima di dalam Yesus Kristus akan membuat kita senantiasa terus bertekun di dalam jalan-jalanNya, karena kita mengerti bahwa apa yang kita dapatkan tidak akan pernah punah
Maka penulis Ibrani katakan : mengucap sykurlahn dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepadaNya, yaitu berjalan di dalam FirmanNya senantiasa
20 JUNI 10
BERPACU MENUJU KEMENANGAN -- Ibrani 12:1-17 -- by Ps H
BERPACU MENUJU KEMENANGAN
Ibrani 12 : 1 – 17
Penulis memberi dorongan kepada orang percaya Ibrani dan juga kita bahwa di dalam segala kesulitan, tekanan dan penderitaan, kita tetap bertekun di dalam iman, seperti yang disaksikan oleh tokoh-tokoh iman yang disebutkan dalam pasal 11, sehingga kitapun akan mengalam perkara yang ajaib dan hidup di dalam kemenangan demi kemenangan
Bahkan untuk mengalami kemenangan, penulis memberi gambaran bahwa kehidupan orang percaya adalah seperti perlombaan, dimana orang percaya harus berpacu dan berlomba untuk meraih kemenangan, karena kita telah ditetapkan sebagai orang yang lebih dari pemenang ( Roma 8 : 37 )
Dari perikop yang kita dapat belajart bahwa ada beberapa prinsip yang harus dikerjakan oleh seseorang di dalam perlombaan untuk dapat menjadi pemenang, yaitu :
1. Menyingkirkan segala rintangan. Ay 1a
Rintangan adalah berbicara tntang segala sesuatu yang menghalangi seseorang untuk maju, untuk melangkah dan bertindak dalam mencapai kemenangan.
Di dalam olah raga, orang mesti menanggalkan semua beban seperti kalung, pakaian yang bagus, bahkan dalam beberapa cabang olahraga, orang harus pakai pakaian yang minimal, hampir telanjang, atau juga menanggalkan kelebihan berat badan, dengan suatu tujuan tidak ada sesuatupun yang menghalangi mereka bergerak dan memenangkan perlombaan. Begitu juga dalam perjalanan kehidupan kita, ada banyak hal yang dapat menjadi rintangan yang menghalangi kita mengalami kemenangan yang Tuhan janjikan, seperti keduniawian, kesenangan, kekwatiran, benda-benda, seseorang atau yang lainnya, yang sifatnya tidak selalu dosa di dalam diri kita, tetapi telah membuat kita tidak dapat fokus, tidak dapat maju dan menjadi lamban.
Ada banyak orang yang mau memberikan hidupnya bagi Tuhan, melayani dan berkomitmen di dalam pekerjaan Tuhan, tetapi karena masalah, kekayaan, anak-anaknya, pekerjaan dan hobinya, mereka tidak melangkah.
Ketika Tuhan Yesus menyuruh seorang muda menjual seluruh hartanya untuk dia dapat mengikut Dia, bukan karena harta atau kekayaan menjadi rintangan tetapi Tuhan tahu bahwa hati dia terhadap harta ini yang akan menjadi beban yang akan menghalangi dia untuk sungguh-sungguh mengikut Tuhan ( Matius 19 : 21 - 22 )
2. Berjuang dengan tekun. 1b - 4
Berjuang dengan tekun berarti melakukan perjuangan yang tidak pernah berhenti, tanpa ada kata menyerah dan putus asa, walaupun ada banyak kesulitan dan ada banyak harga yang harus dibayar. Ketekunan menjadi kunci keberhasilan atau kemenangan dari sebuah perjuangan
Berjuang dengan tekun bukan perkara yang mudah, ada banyak penderitaan yang harus dialami dan ada banyak harga yang harus dibayar. Nmaun Firman Tuhan memberi solusi untuk kita dapat melakukannya dengan baik, yaitu “ARAHKAN MATA KITA PADA YESUS”
APA YANG DAPAT KITA LIHAT DI DALAM YESUS ?
2.1 Lihatlah Yesus bekerja untuk kemenangan kita
Yesus telah memulai sesuatu di dalam diri kita yaitu menaruh iman untuk kita percaya dan Dia juga yang akan membawa iman kita menjadi sempurna sehingga kita boleh mengalami kemenangan
Dengan melihat ada pribadi yang memberi jaminan akan menjadi kekuatan bagi kita untuk berjuang
2.2 Lihatlah Keteladanan Yesus
Yesus telah memberi keteladanan akan suatu kerelaan untuk menderita, bagaimana Dia dicemooh, dianiaya, menerima bantahan, bahkan sampai mencucurkan darah, dimana semuanya itu dikerjakan karena kasihNya kepada manusia. Maka kalau kita melihat akan penderitaan Yesus yang dierjakan buat kita, maka kita akan juga rela menderita untuk Dia dan untuk melakukan kehendakNya. Dan kalau kita bandingkan maka penderitaan kita itu tidak ada bandingannya dengan penderitaan yang Yesus alami.
2.3 Lihatlah sukacita yang Dia dapatkan sebagai pemenang
Ada sukacita yang didapatkan sebagai orang-orang yang menang, karena ada mahkota kemuliaan, kehormatan, kehidupan yang akan di dapatkan
- Yak 1 : 12 “berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia suda tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikam Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia”
Melihat akan hal tersebut akan menjadi dorongan dan kekuatan untuk kita berjuang dalam setiap perlombaan sampai pada akhirnya. Kita tidak mau berhenti di tengah jalan dan kita akan terus maju untuk menjadi pemenang
3. Mau Menerima teguran atau didikan. Ay 5 - 11
Karena, kita bukanlah orang yang sempurna, yang selalu benar dengan apa yang kita lakukan, banyak kali kita membuat kesalahan, apakah karena kita belum menangkap sepenuhnya apa yang Tuhan mau, atau karena kebebalan dan pemberontakan kita atau yang lainnya, maka sangat bahaya kalau kita menolak teguran atau peringatan dari orang-orang disekitar kita atau pemimpin kita yang dipakai Tuhan, karena itu akan menyebabkan kita menjadi orang yang kalah
Didikan dan teguran adalah bagaikan pagar-pagar yang mengelilingi kita agar kita tetap ada di dalam jalan-jalanNya dan perlindunganNya
Firman Tuhan pagi hari ini memberi fakta-fakta tentang teguran, yaitu :
- Teguran adalah untuk kebaikan kita, yaitu selama kita di dunia maupun kita ada di dalam kekekalan, maka jangan anggap enteng didikan Tuhan
- Teguran diberikan sebagai bentuk kasih Tuhan kepada kita, kasih dari orang-orang sekitar kita atau pemimpin kita, maka bersyukurlah untuk hal itu dan turutilah nasehatnya
4. Bertolong-tolongan untuk saling menguatkan. Ay 12 - 13
Dengan segala kesusahan dan masalah yang terjadi di dalam sebuah perlombaan, tangan kita bisa menjadi lemah dan lutut kita menjadi goyang, maka tangan perlu dikuatkan dan lutut yang goyang perlu disembuhkan. Maka hidup saling bertolong-tolongan dan saling menanggung beban adalah penting sehingga yang lemah boleh dikuatkan, yang sakit boleh disembuhkan, yang berbeban berat boleh ditopang, dan yang berduka boleh dihiburkan. Dengan demikian kita memperoleh pertolongan untuk kita mencapai garis akhir di dalam perlombaan dan kita menjadi pemenang
- Galatia 6 : 2 “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus”
5. Bertindak sesuai tatanan. Ay 14 – 17
Seorang olah ragawan akan menjadi pemenang kalau bertanding menurut aturan ( 2 Tim 2 : 5 )
Begitu juga di dalam perlombaan yang kita hadapi di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya, kita harus hidup di dalam tatanan dan prinsip-prinsip Allah, karena tatanan Allah adalah tatanan yang superior, yang akan membuat kita menjadi pemenang
Orang-orang percaya Ibrani di dorang untuk hidup dengan cara yang berkenan kepada Tuhan, yaitu :Hidup di didalam damai satu sama lain, Mengejar kekudusan, Hidup di dalam kasih, Tidak hidup di dalam hawa nafsu
13 JUNI 10
DAMPAK HIDUP OLEH IMAN -- Ibrani 11:11-40 -- by Ps H
DAMPAK HIDUP OLEH IMAN
Ibrani 11 : 11 – 40
Dari Ibrani 11 : 1 – 10, ada 4 W yang kita pelajari tentang iman yang berkenan kepada Allah yaitu :
- Worship : memberi persembahan yang terbaik dan utama kepada Tuhan
- Walk : Senantiasa berjalan bersama dengan Tuhan diu dalam setiap langkah kehidupan kita
- Work : Bekerja dengan cara yang terbaik
- Wait : Menunggu dengan sabar akan waktuNya Tuhan di dalam setiap pergumulan hidup kita
Dimana semua itu dikerjakan berdasarkan Firman Tuhan, dan itu adalah iman yang sejati. Ada dampak yang luar biasa akan terjadi di dalam kehidupan seseorang yang hidup dengan iman sejati tersebut, yaitu :
1. Melihat segala hal yang mustahil dapat terjadi. Ay 11 - 12
Bagi Allah tidak ada sesuatu yag mustahil, karena Allah berkuasa atas segala sesuatu dan Dia sanggup menjadaikan apa yang tidak ada menjadi ada
Maka kalau kita hidup di dalam iman kepada Dia, kita akan melihat bahwa apa yang kita pikir tidak mungkin, dapat terjadi, karena Dia mengerjakan segala janjiNya dengan cara Dia yang ajaib
Kepada Abraham dijanjikan keturunan yang sangat banyak, namun sampai Abraham tua dan Sara mati haid, janji keturunan itu belum terjadi. Tetapi iman Abraham tidak menjadi lemah, dan pada akhirnya dia dapat melihat sesuatu yang mustahil terjadi, bagaimana istrinya yang telah mati haid itu dapat hamil ( Roma 4 : 19 – 21 )
Masih banyak peristiwa yang dicatat Alkitab, yang oleh karena seseorang hidup di dalam iman kepada Allah, mereka melihat mujijat terjadi, bagaimana bangsa Israel dapat melintasi Laut Merah seperti melintasi tanah kering, tembok Yerikho runtuh , musuh dikalahkan, mulut singa tertutup . dilepaskan dari api yang menyala-nyala
Jangan membatasi hidup kita dengan pengertian dan logika kita. Banyak kali dalam pergumulan yang kita hadapi, kita lebih percaya pada pengertian kita daripada janji Tuhan, kita tidak lagi berjalan bersama Tuhan dan tidak lagi sabar menunggu waktu Tuhan, sehingga kita tidak melihat tangan Tuhan bekerja secara luar biasa dan ajaib
Hiduplah oleh iman dan nikmati kehidupan yang tanpa batas, karena Allah yang kita percayai tidak terbatas
2. Memiliki pengharapan yang tidak pernah pudar. Ay 13 - 16
Panggilan Allah kepada Abraham mengawali babak baru dalam PL mengenai maksud Allah untuk menebus dan menyelamatkan umat manusia Kejadian 12 : 1 – 3 menjelaskan kepada kita bahwa kepada Abraham, Allah menjanjikan suatu negeri, menjadikan bangsa yang besar dan menjadi berkat bagi semua bangsa dibumi. Dan semuanya digenapi, Abraham menempati negeri yang dijanjikan, memiliki keturunan dan menjadi bangsa yang besar, serta menjadi berkat melalui kelahiran Yesus Kristus yang menebus dosa semua
Jadi melalui janji itu, kita melihat bahwa panggilan kepada Abraham bukan saja menyangkut negeri di bumi, tetapi juga di surga, di kota yang direncanakan dan dibangun Allah sendiri, yang digenapi melalui penebusan Yesus Kristus.
Abraham hidup di dalam iman akan janji Allah tersebut, maka ketika dia ada di negeri yang dijanjikan, yaitu dibumi bersama dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli warisnya, dia merindukan tanah air, tanah air surgawi. Selama di bumi mereka menyadari sebagai orang asing dan pendatang Dan sampai dia mati, mereka belum menerima janji itu karena penebusan Yesus Kristus yang membawa ke kota itu belum terjadi. Namun pengharapan mereka tidak pernah pudar. Iman mereka kepada Allah, yang menjanjikannya setia, membuat pengharapannya akan suatu tanah air yang lebih baik yaitu surga, tidak pernah pudar sampai kematiannya
Melalui penebusan Yesus, kita telah menerima janji akan tanah air surgawi, dan kita telah menjadi warga Kerajaan surga. Sebagai warga Kerajaan surga, kita menerma janji-janji Allah, yaitu janji akan kehidupan yang penuh berkat kelimpahan, sukacita, kemenangan atas setiap masalah, sakit penyakit, penderitaan, dll.
Dan mungkin selama kita hidup, kita belum menerima seluruh janji Allah tersebut. Maka marilah kita meneladani Abraham, Ishak dan Yakub, yaitu hidup oleh iman, sehingga pengharapan kita akan janji itu tidak akan pernah pudar. Kita senantiasa memandang bahwa janji Allah tidak hanya terbatas di bumi ini tetapi sampai pada kekekalan.
3. Bertindak penuh keberanian. Ay 17 – 19 ; 32 - 40
Orang yang hidup oleh iman adalah orang yang hidupnya dipimpin oleh sebuah keyakinan bahwa Allah yang dia percayai adalah Allah yang berkuasa dan Allah yang setia sehingga segala sesuatu yang telah dijanjikan dan difirmankanNya pasti digenapi. Orang yang hidup dengan iman demikian akan bertindak penuh keberanian , tidak ada ketakutan, kebimbangan dan kekwatiran dalam hidupnya
Dalam perikop ini sangat jelas memperlihatka kepada kita orang-orang yang bertindak penuh keberanian karena hidup oleh iman kepada Allah
- Abraham tidak bimbang dan takut untuk mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun itu adalah janji keturunannya
- Musa dengan penuh keberanian dan tidak kwatir meninggalkan segala kemewahan istana Firaun demi bangsanya, walaupun untuk itu, dia harus mengalami murka raja dan mengalami penderitaan
- Sadrakh, Mesakh dan Abednego penuh keberanian menolak perintah raja untuk menyembah dewanya, walaupun untuk itu mereka harus menghadapi perapian yang menyala-nyala
- Begitu juga dengan Daniel yang penuh keberanian tetap berdoa kepada Allah walaupun dia harus menerima hukuman, yaitu dimasukkan ke gua singa
- Dan masih banyak lagi orang yang rela mengalami penderitaan, walaupun mereka belum dapat janji. Tapi mereka percaya akan janji itu
Marilah kita hidup oleh oleh iman, seperti mereka, sehingga kita akan menjadi orang-orang yang bebas dari ketakutan dan kekwatiran. Dengan penuh keyakinan akan penyertaan Tuhan kita bertindak tanpa ketakutan dan tanpa kebimbangan ( Ibrani 13 : 6 )
4. Memandang jauh ke depan. Ay 20 - 22
Orang yang hidup oleh iman akan senantiasa memandang jauh kedepan, karena dia hidup seolah-olah dia sudah menerima segala sesuatu seperti yang dijanjikan
Dalam perikop ini kita melihat tentang apa yang dikerjakan oleh Ishak, Yakub dan Yusuf, yaitu :
- Ishak memperkatakan berkat kepada Yakub dan Esau tentang apa yang Tuhan janjikan kepada keturunannya ( Kej 27 : 27 – 29 )
- Yakub memberkati kedua anak Yusuf, karena memilikia keyakinan akan janji Allah bahwa seluruh keturunannya mendapat bagian di tanah perjanjian
- Yusuf menjelang matinya keluarnya orang-orang Israel dan tentang tulang belulangnya karena Yusuf percaya akan janji Allah bahwa Allah memberikan tanah Kanaan kepada anak-anak Abraham, dan dirinya yang sepanjang hidupnya ada di Mesir mendapat bagian dalam perjanjian tersebut ( Kej 50 : 24 – 26 )
Seringkali kehidupan dibatasi oleh hal-hal yang terlihat oleh mata, kita tidak dapat melihat jauh ke depan tentang apa yang Tuhan mau kerjakan hidup, karena kita tidak percaya akan janji Allah. Hanya orang yang hidup oleh iman akan janji Allah, yang senantiasa mampu untuk melihat jauh ke depan, tentang masa depan yang baik , tentang berkat yang melimpah, tentang kekayaan sbg orang terpilih
6 JUNI 10
IMAN -- Ibrani 11:1-10 -- by Ps Fatony
“IMAN”
Ibrani 11 : 1-10
- Pada dasarnya setiap manusia hidup dengan iman. Tapi yang penting adalah pada apa atau siapa kita meletakkan iman kita??
- Iman yang sanggup menyelematkan hanyalah iman kepada Tuhan Yesus
- Markus 11 : 24
- Kita perlu memiliki iman yang menyenangkan hati Tuhan, yaitu Iman yang memberikan yang terbaik.
- Kita perlu memberikan yang terbaik dalam hal (4W):
1. Worship
Kita perlu memberikan yang terbaik dalam setiap penyembahan kita, yaitu dengan sepenuh hati, bahkan dengan mengekspresikan setiap pujian dan penyembahan yang kita naikkan
2. Walk (ay.5)
Senantiasa berjalan bersama Tuhan. Mengikuti setiap rencanaNya dalam hidup kita. Tidak berjalan sendiri sehingga membuat kita salah melangkah.
3. Work (ay.7)
Lakukan segala sesuatu untuk Tuhan dan berikan yang terbaik. Tunjukkan kualitas kerja sesuai dengan standard Tuhan bukan standard dunia (missal : standar gaji, jabatan, dll).
Kolose 3 : 23
4. Wait (ay.8-10)
Letakkan setiap pengharapan kita sama Tuhan, karena Tuhan tidak akan pernah mengecewakan. Dia akan memberikan yang terbaik dan di waktu yang terindah, bahkan mungkin di luar dari apa yang kita pikirkan.
Roma 4 : 18
Kejadian 4 : 34
Keluaran 3 : 2, 11, 12
30 MEI 10
JANGAN SIA-SIAKAN KASIH KARUNIA ALLAH -- Ibrani 10:19-39 -- by Ps H
JANGAN SIA-SIAKAN KASIH KARUNIA ALLAH
Ibrani 10 : 19 – 39
Adalah suatu anugerah yang luar biasa, yang tiada duanya, yang tidak dapat dibandingkan oleh apapun, kalau kita boleh hidup di dalam perjanjian baru yang Tuhan buat, diimana melalui perjanjian itu kita memperoleh persekutuan dengan Allah, hidup di dalam kelimpahan dan hidup kekal. Maka bagaimana penulis Ibrani ini mendorong orang percaya untuk bertekun di dalam iman percayanya dan pengharapannya kepada Yesus Kristus. Mereka tidak menjadi orang yang menyia-nyiakan kasih karunia Allah yang diberikan tersebut.
Ketekunan atau “Upomene” memiliki konteks berada di dalam tekanan yang berat. Dan itulah yang terjadi pada orang percaya Ibrani ketika surat ii ditulis.
2 Kor 6 : 1 “Sebagai teman-teman sekerja, kami menasehatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima”
Ada 2 hal yang kita akan pelajari berkenaan dengan kehidupan yang tidak menyiakan-nyiakan akan anugerah Allah ini, yaitu :
1. Hidup yang menghargai anugerah Allah
Dan kalau kita melihat perikop ini ada beberapa hal yang didorongkan oleh penulis Ibrani untuk dilakukan oleh orang percaya sebagai orang yang telah menerima anugerah Allah melalui darah Kristus, yaitu :
1.1 Datang kepada Tuhan dengan hati yang tulus iklas. Ay 22
Dikatakan : karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus iklas
Hati yang tulus iklas berbicara tentang Hati yang tidak curiga atau bimbang dan hati yang ketika melakukan segala sesuatu, motivasinya bukan pada kepentingan diri sendiri atau egonya tetapi hanya berfokus pada Allah, apa yang berkenan bagi Dia dan menyenangkan Dia.
Banyak orang datang kepada Tuhan dengan berfokus pada diri sendiri, pada kehendaknya sehingga memiliki syarat-syarat yang harus Tuhan lakukan terhadap dirinya. Dan kalau Tuhan tidak melakukan apa yang menjadi keinginannya, mereka menjadi undur dari Tuhan, menyalahkan Tuhan atau berpaling kepada yang lain
AnugerahNya yang membawa kita hidup di dalam perjanjian baru telah cukup dan memuaskan kita sehingga kita hanya ingin datang kepada Dia untuk melayani Dia dan menyenangkan hatiNya dengan melakukan apa yang dikehendakiNya, tanpa ada tuntutan apapun
Kita perlu memiliki ketulusan hati seperti sadrak, mesakh dan Abednego, dimana mereka menyembah Tuhan tanpa syarat. Fokus mereka pada Tuhan yang layak disembah dan kehendakNya bukan pada kehendak mereka atau pada jawaban yang mereka terima (Daniel 3 : 17 – 18)
1.2 Hidup senantiasa di dalam pengharapan kepada Allah. Ay 23
Anugerah Allah di dalam Yesus Kristus telah membawa kita pada perjanjian Allah. Suatu covenantNya yang memberi jaminan akan sebuah kehidupan yang penuh pengharapan dan menjadikan kita lebih dari para pemenang. Di dalam Yesus Kristus segala sesuatu adalah mungkin
Roma 8 : 32 katakan : Kalau AnakNya saja sudah diberikan kepada kita, apakah Yang tidak diberikan kepada kita
AnugerahNya telah membawa pengharapan yang pasti, karena Alla yang berjanji adalah setia. Maka senantiasa menaruh pengharapan terhadap apa yang dijanjikanNya adalah merupakan tindakan bahwa kita menghargai anugerahNya yang telah membawa kita pada perjanjianNYa
Banyak orang percaya ketika diijinkan ada di dalam kesulitan, mereka kehilangan pengharapan kepada Tuhan, mereka tidak percaya lagi bahwa Allah adalah Allah yang baik dan sanggup mengerjakan pertolongan atas setiap masalahnya
1.3 Hidup di dalam kasih dan pekerjaan baik. Ay 24
Tidak ada satu perbuatan baik kita yang membuat kita lebih berkenan di hadapan Allah. Hanya darah Kristus yang membuat kita layak di hadapan Tuhan. Namun bukan berarti kita tidak perlu hidup di dalam pekerjaan baik ketika kita percaya di dalam Kristus dan menerima anugerahNya yang membawa kita pada covenant / perjanjianNya
Tuhan ingin kita senantiasa hidup di dalam kasih dan pekerjaan baik, karena Anugerah Allah di dalam Yesus Kristus telah menjadikan kita ciptaan baru di dalam Kristu, yang diberi panggilan, kuasa dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan baik ( Efesus 2 : 10 )
1.4 Bersekutu dan beribadah bersama di dalam satu keluarga Tuhan. Ay 25
Anugerah Allah telah menempatkan kita berkenan dihadapanNya dan menjadikan kita bagian dari pada keluarga Allah, maka sudah seharusnyalah kita bertekun bersama untuk bersekutu dan beribadah kepada Tuhan sebagai satu keluarga atau satu tubuh di dalam Tuhan.
Tuhan menghendaki demikian karena itu adalah lingkungan yang terbaik untuk kita hidup, karena disanalah kita mendapatkan dorongan, penguatan, penghiburan dan nasehat, sehingga kita makinmenjadi dewasa di dalam Tuhan
2. Bagaimana kita dapat senantiasa hidup dengan menghargai akan anugerah Allah di dalam Kristus
Dalam perikop ini kita melihat bagaimana penulis mengingatkan orang-orang percaya Ibrani akan suatu dosa yang mungkin dapat dilakukan oleh orang percaya yaitu menginjak-injak Anak Allah, menganggap najis Darah Perjanjian, dan menghina Roh Kasih Karunia.
Dosa teresebut berbicara tentang ketika orang-orang percaya tidak lagi bertekun di dalam iman percayanya dan pengharapannya kepada Tuhan, mereka menyia-nyiakan anugerah Allah yang telah mencurahkan darahNya untuk membawa kita pada perjanjian baru
Ada beberapa hal yang dapat mencegah kita hidup di dalam dosa tersebut, yaitu:
2.1 Ingat akan pendisiplinan Allah. Ay 26 - 31
Dikatakan : tidak ada korban lagi untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
Hal tersebut menunjuk bahwa ketika orang percaya hidup di dalam dosa, tidak perlu dilakukan lagi korban untuk menghapus dosa, tetapi yang adalah pendisiplinan Allah. Dan pendisiplinan Allah kepada orang percaya tidak berhubungan dengan neraka, karena sekali lagi bahwa keselamatan dan hidup kekal adalah hanya kasih karunia , tidak ditentukan oleh perbuatan-perbuatan
Masalah dosa bagi orang percaya adalah bukan menyebabkan kehilangan keselamatan tetapi menyebabkan kehilangan berkat-berkat atau upah Tuhan baik di dunia maupun di dalam kekekalan
Pendisiplinan Allah adalah sesuatu yang mengerikan dan mematikan, bahkan ada api yang menghanguskan . Maka dikatakan : Ngeri benar kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup
Jangan pernah anggap enteng akan pendisiplinan Allah . Maka sebelum jatuh ke tangan Allah, biarkan diri kita jatuh ke tangan pemimpin yang Tuhan taruh di dalam hidup kita untuk mengajar dan mendisiplin kita kalau kita berdosa
Kita bebas berbuat apapun, tetapi tidak pernah bebas untuk tidak bertanggungjawab terhadap apa yang kita perbuat
2.2 Ingat akan upahNya. Ay 32 - 38
Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan memberi upah kepada orang-orang yang bertekun di dalam kehendak Allah
Upah dapat memberi dorongan atau semangat untuk kita bertekun, terutama di dalam kondisi tekanan. Namun upah bukan menjadi dasar atau motivasi atau tujuan di dalam kita melakukan ketekuan di dalam pengiringan kita kepada Tuhan.
Apa yang menjadi dasar dari segala sesuatu yang kita perbuat adalah harus kasih dan tujuannya adalah untuk kemuliaan nama Tuhan. Dan ketika kita melakukan dengan dasar dan tujuan yang benar maka Tuhan memberi upah.
2.3 Memberi peneguhan terhadap diri sendiri. Ay 39
Penulis Ibrani memberi peneguhan kepada dirinya dan orang-orang percaya Ibrani dengan kata-kata yang positip.
Dikatakan : Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup
Kata-kata yang positif ini menjadi dorongan dan penyemangat, karena menyadarkan kepada kita bahwa itulah yang seharusnya kita ada
23 MEI 10
YESUS - KORBAN YANG SEMPURNA -- Ibrani 10:1-18 -- By Jim
YESUS – KORBAN YANG SEMPURNA
Ibrani 10:1-18
- Melalui kitab Ibrani ini kita belajar banyak mengenai siapa Kristus yang menjadi Juruselamat kita. Kita belajar tentang Keilahian Kristus dan Kemanusiaan Kristus. Kita belajar keunggulan Kristus melebihi semua tokoh di dalam Alkitab. Kita belajar mengenai Keimam-an Dia dan Pelayanan-Nya dan Korban-Nya yang sempurna mengatasi semua imam dan semua hukum Taurat sehingga menyempurnakan kita.
- Di dalam kitab ini kita melihat bagaimana rencana Allah sejak semula untuk pembaharuan / pemulihan manusia digenapi dalam pribadi Kristus. Itulah sebabnya penulis ibrani ini ingin memastikan bahwa jemaat ibrani sungguh-sungguh mengalami pembaharuan itu setelah mengerti & mengenal Kristus dengan benar.
- Pengenalan yang benar akan Kristus membawa suatu pembaharuan di dalam kehidupan kita.
Efesus 4:20-24 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
- Bila kita melihat di dalam kitab Injil, kita melihat ada orang-orang yang berjumpa Krsitus secara pribadi, diantara orang-orang itu ada yang diubahkan hidupnya ada juga yang tidak mengalami perubahan apa-apa. Karena yang sebagian datang untuk mengenal-Nya dan sebagian lagi datang hanya untuk mencari kepentingannya sendiri.
Inilah penyebab mengapa mereka tidak mengalami pembaharuan hidup melainkan hanya mendapatkan keuntungan-keuntungan yang sementara.
- Itulah sebabnya banyak dari jemaat ibrani yang menjadi si tua yang kekanak-kanakan dan tidak ada jalan lain untuk mengubah jemaat yang seperti ini menjadi dewasa selain daripada membawa mereka untuk datang mengenal Kristus.
Yeremia 9:24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."
- Oleh karena itu ini adalah waktu yang sangat baik untukkita datang mengenal Kristus lebih lagi dan mengalami pembaharuan yang dari Tuhan.
1. PERLUNYA KORBAN YANG SEMPURNA BAGI MANUSIA – ay 1-9
- Kitab ibrani menyebutkan ada begitu banyak yang tidak dapat dilakukan oleh hukum taurat : Tidak mampu memberikan pengorbanan yang sempurna sekali untuk selamanya, tidak mampu membersihkan hati nurani, tidak mampu membuat Allah berkenan kepada umat-Nya, tidak mampu mengampuni dosa-dosa, tidak mampu menyempurnakan mereka yang ada di dalamnya, tidak mampu memulihkan hubungan umat dengan Allahnya.
- Itulah sebabnya mengapa diperlukan sesuatu yang lebih sempurna dari Hukum Taurat, yang lebih sempurna dari korban-korban pada hari raya Pendamaian, dan yang lebih sempurna dari keimamatan lewi. Yaitu Kristus datang di dunia ini untuk memberikan kita Hukum Kasih Karunia, Korban yang sempurna yaitu Diri-Nya sendiri, dan menjadi Imam Besar Perjanjian Baru bagi kita.
- Itulah yang Allah kehendaki dari sejak Adam berbuat dosa, yaitu memperbarui manusia yang berdosa. Itulah yang manusia perlukan – pemulihan dari keadaannya yang berdosa dan di dalam maut. Dan oleh karena hukum taurat hanya merupakan bayangan saja dari apa yang akan datang (yaitu Kristus), maka ia tidak dapat memberikan pemulihan yang sejati.
- Ayat 4 justru mengatakan bahwa tidak mungkin darah domba jantan itu menghapuskan dosa. Jadi apa artinya saudara? Apakah tujuan Allah memerintahkan orang Israel untuk memberikan korban pendamaian, korban keselamatan, dsb?
Sebenarnya ayat 5-7 memberikan jawabannya dimana Allah sebenarnya tidak berkenan dengan segala korban bakaran maupun penghapus dosa. Artinya korban hewan tersebut memang tidak dapat menghapuskan dosa karena tidak ada darah korban dari hewan yang sempurna di hadapan Allah. Apa yang Allah kehendaki adalah tubuh Kristus (ay 5).
Lalu apa maksud diadakan korban tersebut? Maksudnya adalah tercantum dalam ayat 3 yaitu korban tersebut secara terus menerus akan mengingatkan orang israel akan dosa mereka dan untuk penebusan dosa mereka diperlukan penumpahan darah.
Jadi, hukum taurat ini merupakan bayangan dari apa yang Yesus akan kerjakan, bukan inti dari apa yang Allah berikan untuk pemulihan manusia.
- Jadi seberapa pun jumlah darah domba jantan tidak dapat menyamai darah Kristus bagi kita. Banyak orang Kristen masih memiliki pola lama (yaitu pola hukum taurat) dalam mengikut Kristus. Mereka berpikir bahwa semakin sering mereka pergi ke gereja, mereka akan menjadi semakin lebih dekat kepada Allah. Semakin banyak persembahan mereka, mereka lebih berkenan di hadapan Allah. Ingat, semua perbuatan baik yang dapat kita lakukan adalah sama seperti darah domba jantan, tidak sempurna di hadapan Allah. Seberapun sering dan banyaknya tidak memberikan suatu perkenanan di hadapan Allah. Hanya darah Kristus yang membuat kita berkenan di hadapan Allah dan ini sifatnya kekal, tidak bergantung pada baik tidaknya perbuatan kita selama hidup ini. Perbuatan baik kita setelah mengenal Kristus adalah merupakan buah yang dikerjakan Roh Kudus dalam hidup kita. Jadi, semua adalah kasih karunia dari Allah yang memulihkan kita baik secara posisi dan pengalaman. Dia ingin semua manusia menerima kasih karunia ini.
- Sekali lagi darah Kristus lah yang melayakkan kita di hadapan Bapa. Jadi, kita tidak lagi perlu merasa minder dan tertuduh sebab Kristus lah yang melayakkan kita. Adalah tipu daya iblis yang mengatakan kita tidak layak di hadapan Bapa. Demikian juga seringkali iblis membawa orang percaya untuk dibebani lagi dengan hukum-hukum taurat supaya akhirnya mereka menjadi lelah dan tawar hati sehingga undur rohani.
2. KORBAN YANG SEMPURNA MENCUKUPKAN KITA – ay 10-18
- Ibrani membandingkan bagaimana pelayanan para imam yang mempersembahkan korban tidak pernah berakhir dan tidak pernah dapat selesai untuk membereskan dosa umat Allah. Oleh sebab itu lah dikatakan para imam senantiasa berdiri, tiap tiap hari untuk mempersembahkan korban.
Sedangkan Yesus hanya sekali saja mempersembahkan diri-Nya sebagai korban kepada Allah dan setelah itu “duduk” di sebelah kanan Allah Bapa. Kata duduk di sini melambangkan pekerjaan-Nya telah selesai dan sempurna untuk menguduskan kita umat-Nya.
- Dan di dalam ayat 14 dikatakan : Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.
Jadi, saudara dan saya bukanlah sombong bila kita berkata saya berkenan kepada Allah sebab saya telah menjadi sempurna. Mengapa? Karena Kristus lah yang telah menyempurnakan kita untuk selama-lamanya. Jadi, kesempurnaan kita tidak bergantung pada perbuatan-perbuatan yang kita lakukan selama hidup, namun ini berupa suatu ketetapan Allah bagi kita yang telah dikuduskan oleh darah Kristus.
- Oleh sebab itulah dikatakan betapa kayanya kita orang-orang yang terpilih di dalam Kristus. Efesus 1:3-9. (kita baca bersama-sama)
- Allah ingin kita hidup dalam suatu perjanjian yang baru dengan Dia. Allah kita adalah Allah yang berkomitmen, untuk itulah Dia mengikat perjanjian dengan kita. Di dalam sebuah hubungan (suami-istri misalnya), perjanjian merupakan sesuatu yang sangat penting menjadi dasar dari sebuah hubungan.
- Perjanjian ada 2 macam, antara orang yang lebih tinggi dengan yang lebih rendah (tuan dengan budak) dan antara orang-orang yang setara kedudukannya. Biasanya orang yang lebih tinggi yang mengatur perjanjian – hak & tanggung jawab orang yang lebih rendah kedudukannya. Namun, Allah memperlakukan kita yang lebih rendah ini begitu luar biasa, menunjukkan bahwa Dia yang memiliki inisiatif untuk membawa kita menjadi milik-Nya yang tidak dapat diambil oleh siapapun juga.
Yesaya 49:15-16 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.
Dan Allah sendiri yang melukis diri-Nya di dalam hati kita – Yeremia 31:33
- Hidup dalam Perjanjian-Nya berarti percaya sepenuhnya kepada Allah dan kehendakNya dalam hidup kita.
16 MEI 10
IBADAH YANG SEJATI -- Ibrani 9:1-28 -- by Ps H
IBADAH YANG SEJATI
Ibrani 9 : 1 – 28
Dengan korban persembahan yang dipersembahkan, yaitu diriNya sendiri, Kristus telah membawa kita memperoleh imamat yang lebih baik dan sempurna, perjanjian baru yang lebih baik dan sempurna, dan juga ibadah yang lebih baik dan sempurna
Bagaimana ibadah yang kita peroleh melalui keimaman Kristus, yang telah mempersembahkan korban dengan darahNya sendiri ?
1. Ibadah yang penuh kelepasan. Ay 1 - 12
Dalam Perjanjian lama ada sekat-sekat yang menghalangi seseorang untuk beribadah kepada Allah, dimana semua itu disebabkan oleh karena dosa. Hanya para imam dan imam Besar yang dapat melewati tirai, sementara orang banyak hanya boleh sampai pada halaman di sekeliling kemah / bait Allah.
Kemah/ Bait Allah terdiri dari 2 bagian, yaitu ruang kudus dan ruang maha kudus, dimana untuk masuk ke masing-masing ruang tersebut ada sekat.
Di dalam ruang kudus ada kaki dian, meja tempat persembahan kemenyan dan tempat sajian roti , disini hanya para imam yang boleh masuk melalui tira pertamai ini. Di belakang tirai yang kedua ada ruang maha kudus, dimana di dalamnya terdapat mezbah pembakaran ukupoan dari emas dan tabut perjanjian, yang berisi buli-buli emas tempat mana, tongkat Harun dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian, dan diatas tabut perjanjian terdapat kedua Kerub yang berhadap-hadapan dan sayapnya menaungi tutup pendamaian. Ke dalam ruang maa kudus ini hanya imam besar yang boleh masuk setahun sekali untuk mempersembahkan korban karena dosa untuk dirinya dan untuk umatnya
Jadi dari tempat ibadah yang diatur tersebut, dengan jelas secara nyata bahwa umat Tuhan harus melalui para imam dan imam besar setiap kali mau melakukan ibadah kepada Allah, domba jantan yang dibawa oleh para imam tidak dapat membawa umat Tuhan melintasi sekat atau tirai yang ada. Senantiasa ada tirai diantara umat Tuhan dengan tempat maha kudus dan tabut perjanjian, tempat dimana hadirat Allah bertahta. Namun Yesus telah melintasi setiap sekat, masuk di dalam ruang maha kudus sejati, bukan buatan manusia, untuk membawa umat Tuhan kepada Allah, dimana itu dikerjakan sekali untuk selamanya ( Ayat 11 – 12 )
Yesus telah mempersembahkan satu korban yang sempurna, yang telah sanggup membuka jalan menuju Allah untuk selama-lamanya. Maka keimamam Kristus telah membawa manusia yang percaya kepadaNya, memperoleh kelepasan di dalam ibadah. Di dalam Kristus kita bisa langsung menghampiri tahta Alah di tempat maha kudus, surga yang mulia
Dosa yang menyebabkan adanya sekat antara manusia dengan Allah telah dihapuskan oleh penumpahan darah Kristus di atas kayu salib, dimana itu merupakan penggenapan dari apa yang dikerjakan di dalam perjanjian pertama bahwa korban untuk penebusan dosa adalah senantiasa dengan penumpahan darah ( Ayat 22 )
Di dalam Kristus, kita dijadikan imam-imam, yaitu seorang yang mempunyai akses langsung kepada Allah ( I Petrus 2 : 9 )
2. Ibadah yang penuh kerelaan dan ketaatan. Ay 14
Ibadah dalam Perjanjian Lama penuh dengan aturan atau hukm-hukum yang mengikat bagi orang-orang yang melakukannya, sehingga ibadah yang mereka lakukan adalah berdasarkan kewajiban terhadap aturan-aturan dan hukum yang harus mereka kerjakan. Mereka mengerjakan dengan hati yang diliputi ketakutan dan pemberontakan, karena hati mereka yang masih dikuasai oleh dosa ( Ibrani 2 : 15 ; Roma 3 : 10 – 11 )
Di dalam Perjanjian Baru, melalui kuasa darah Kristus yang dicurahkan, tidak hanya sanggup memberi kita pengampunan dosa, tetapi juga sanggup menyucikan hati kita, sehingga melalui pengorbanan Kristus, kita memiliki hati yang baru, hati yang disucikan dan dan diperbaharui. Kita menjadi ciptaan baru di dalam Kristus, dimana kita memiliki hati yang taat, hati yang rela, dan hati yang memiliki kesanggupan untuk melakukan ketetapan-ketetapan Allah ( Yehezkiel 36 : 26 – 27 )
Dengan hati yang disucikan demikian, maka kita dapat melakukan ibadah dengan penuh kerelaan dan ketaatan, bukan karena ketakutan atau berdasar pada kewajiban. Ibadah yang penuh kerelaan dan ketaatan ini adalah ibadah yang sejati, ibadah yang berkenan dan menyenangkan Tuhan
3. Ibadah yang memiliki kuasa
Dalam Perjanjian Lama, setiap kali mempersembahkan korban justru menyatakan akan adanya pelanggaran dan dosa, yang membuat orang ada di dalam ketakutan dan belenggu
Ibrani 10 : 3 “Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa”
Namun sebaliknya di dalam Yesus Kristus, ibadah yang kita kerjakan memiliki kuasa, yaitu kuasa yang memerdekakan, kuasa yang menyegarkan dan kuasa yang memulihkan kita
9 MEI 10
KARAKTERISTIK PERJANJIAN BARU -- Ibrani 8 :1-23 -- by Ps H
KARAKTERISTIK PERJANJIAN BARU
Ibrani 8 : 1 – 23
Kita sudah melihat akan kesempurnaan dan keunggulan keimaman Kristus dalam pembahasan sebelumnya baik melalui penetapannya maupun melalui pelayanannya. Yesus adalah imam yang sanggup menghantarkan manusia kepada persekutuan dengan Allah kembali, dimana semua itu dikerjakan sekali untuk selamanya melalui korban persembahan yang tidak bercacat cela dan sempurna, yaitu diriNya sendiri
Yesus telah melayani di dalam kemah yang benar atau sejati, yaitu di surga, bukan kemah diatas bumi, karena Yesus telah ada di surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa, ,menjadi imam bagi kita selama-lamanya ( Ay 4 )
Dengan segala kesempurnaan dan keunggulan keimaman Yesus, Dia telah menjadi pengantara manusia kepada perjanjian Baru, perjanjian yang lebih mulia dari suatu perjanjian yang pertaman atau lama ( Ay 6 )
Perjanjian lama atau perjanjian pertama menunjuk pada perjanjian Allah dengan Musa, melalui hukum Taurat yang diberikan kepada Musa untuk bangsa Israel (Keluaran 19 : 5 – 6)
Perjanjian pertama telah gagal, dimana hal terebut disebabkan oleh karena kelemahan tabiat manusia, dimana manusia telah gagal mentaati perjanjian dan gagal memenuhi seluruh maksud Allah. Di dalam kemahatahuan Allah, Dia tahu bahwa manusia perjanjian pertama ini akan gagal, maka Tuhan sudah mempersiapkan adanya perjanjian Baru seperti yang dinubuatkan melalui nabi Yeremia. Perjanjian pertama Tuhan tetapkan untuk menyadarkan akan kekudusan Allah, akan keberadaan manusia yang berdosa dan penuh kelemahan, sehingga dapat menghantarkan manusia kepada perjanjian baru yang Allah buat. Perjanjian baru yang dikerjakan di dalam Yesus Kristus telah dinubuatkan setelah manusia jatuh di dalam dosa ( Kej 3 : 15 )
Pagi hari ini, kita akan melihat hal-hal yang menjadi karakteristik di dalam sebuah perjanjian baru
1. Diberikan di dalam hati manusia. Ay 10
Dikatakan : Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah Firman Tuhan. Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka. Hal ini jelas berbeda dengan perjanjian Allah dengan Musa, yaitu pada perjanjian pertama, dimana Tuhan memberikan kepada suatu bangsa israel hukum-hukum yang tertulis di loh-loh batu sebagai peraturan-peraturan kehidupan mereka yang mengikat
Hukum Allah yang ditulis dalam hati dan pikiran umatnya memberi arti bahwa Sang Firman melalui perantaraan R0h Kudusnya masuk dan tinggal di dalam diri kita, memperbaharui dan menyucikan hati. Jadi, dengan perjanjaian baru, Tuhan memberikan kepada kita hati yang baru, seperti yang telah dinubuatkan melalui nabi Yehezkiel ( Yehezkiel 36 : 26 – 27 )
Menurut Kitab Yehezkiel ini hati yang baru berarti hati yang taat, yang lembut, yang mampu untuk hidup dan melakukan ketetapan Allah, dan hati yang mampu mengenal Allah secara pribadi ( Ay 11 )
Maka kalau orang yang mengaku percaya kepada Yesus dan mengalami kelahiran baru, tetapi hidupnya tidak menunjukkan tindakan-tindakan yang terpancar dari hati yang demikian, maka kita perlu dipertanyakan : sudahkah mereka lahir baru atau mereka sedang menolak pekerjaan Roh Kudus yang tinggal di dalam hidupnya dan mengeraskan hatinya
Mari kita bangkit, jangan biarkan kelemahan daging menguasai kita yang membuat kita hidup di atas dosa. Tuhan melalui Roh Kudus telah memberikan kuasa dalam hati kita untuk mentaati FirmanNya dan kehendakNya. Dan Itulah sebabnya kenapa orang percaya bisa tidak berbuat dosa ( I Yoh 3 : 9 )
2. Diberikan berdasarkan kasih karunia Allah. Ay 12 - 13
Seperti dinyatakan dalam Kitab Keluaran 19 : 5 – 6, bahwa pada Perjanjaian pertama, untuk Allah menjadikan Israel sebagai umat kepunyaanNya dan umat yang kudus adalah berdasarkan perbuatan mereka, dimana mereka harus menuruti seluruh ketetapan Allah seperti yang dinyatakan di dalah hukum-hukum yang diberikan kepada Musa
Dan dalam perjalanan sejarah manusia, tidak ada seorangpun manusia yang dapat memenuhi hukum Taurat dengan sempurna, sehingga perjanjaian pertama dinyatakan telah gagal dan cacat, seperti dikatakan : Sebab mereka tidak setia kepada perjanjianKu dan Aku menolak mereka
Namun demikian rencana Allah terhadap kehidupan manusia tidak pernah gagal, Allah telah menyiapkan perjanjian baru untuk menyelamatkan manusia melalui penebusan dosa yang dikerjakan oleh Allah sendiri. Dikatakan : sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka
Di dalam diri Yesus Kristus yang telah menjadi korban penebus dosa, manusia menerima pengampuan dosa dan pengudusan serta menerima keselamatan secara Cuma-Cuma, yaitu diberikan berdasarkan kasih karunia Allah, bukan berdasarkan perbuatannya ( Efesus 2 : 8 – 9 )
Orang-orang percaya ibrani ingin kembali pada perjanjian pertama, maka penulis mengingatkan kepada mereka bahwa Tuhan sudah menolak orang yang hidup pada perjanjian pertama, bahwa perjanjian pertama sudah usang dan sudah dekat dengan kemussnahannya
Mari kita memiliki kerendahan hati untuk menerima anugerah Allah ini dan tidak menyia-nyiakan kasih karunia Allah tersebut
3. Diberikan bagi semua manusia
Perjanjian pertama diberikan kepada Musa untuk orang-orang keturunan Abraham secara fisik. Namun perjanjaian baru diberikan kepada semua orang yang merupakan keturunan Abraham secara rohani, yaitu semua orang yang telah mengakui Yesus Kristus sebagai pengantara satu-satunya kepada Allah untuk menerima pengampunan dosa dan keselamatan
Gal 3 : 29 “Dan jikalau kamu adalah milik Kistus, maka kamu juga adalah keturunn Abraham dan berhak menerima janji Allah”
2 MEI 10
KEUNGGULAN PELAYANAN KE-IMAM-AN KRISTUS -- Ibrani 7:11-28 -- by Ps H
KEUNGGULAN DAN KESEMPURNAAN KEIMAMMAN YESUS MELALUI PELAYANANNYA
Ibrani 7 : 11 - 28
Dalam perikop sebelumnya, kita sudah melihat penetapan di dalam keimam-mam Yesus, dimana Yesus ditetapkan menurut peraturan Melkisedek, ditetapkan berdasarkan hidup yang tidak binasa dan ditetapkan dengan sumpah. Di mana semua itu membuat keimam-man Yesus memiliki kesempurnaan dan keunggulan dibanding dengan keimam-man suku lewi di dalam PL
Keimammatan perlu ditetapkan menurut peraturan baru, karena keimamatan menurut peraturan lama, yaitu peraturan Harun, tidak sempurna, tidak dapat membawa manusia dihadapan Allah seperti saat Adam dan Hawa belum jatuh di dalam dosa ( ay 11)
Tuhan menetapkan keimamatan di dalam Perjanjian Lama itu dengan tujuan untuk menghantarkan manusia atau memberi bayangan kepada manusia pada keimamatan yang sempurna, yang akan dinyatakan kemudian ( Ay 28 )
Datangnya Perjanjaian Baru yang sempurna, telah dinubuatkan oleh Nabi Yeremia ( Yeremia 31 : 31 – 40 )
Penulis ingin menyatakan bahwa yang sempurna telah datang supaya mereka meninggalkan apa yang tidak sempurna, karena ketika yang sempurna datang, maka yang tidak sempurna itu batal
Kesempurnaan keimamaman Yesus dapat dilihat dari bagaimana pelayanan Yesus sebagai imam, yaitu pengantara manusia dengan Allah
1. Membawa manusia kepada persekutuan dengan Allah. Ay 19
Pada awalnya manusia ada di dalam persekutuan yang intim dengan Allah, dimana pada saat manusia pertama, mereka dapat menghampiri Allah dan bercakap-cakap dengan Allah sewaktu-waktu, namun karena dosa, maka keintiman itu rusak, ada sekat atau tirai antara Allah dan manusia yang tidak dapat ditembus
Manusia diliputi ketakutan dengan Allah. Maka di dalam PL dilukiskan betapa bahayanya jika seseorang mendekati Allah, dikatakan mereka akan mati ( Kel 33 : 19 - 20 )
Manusia harus melalui seseorang yang Tuhan urapi sebagai wakilNYa untuk berhubungan dengan Dia, dan itulah peran seorang imam. Seorang iman dalam PL harus keturunan Harun dan mempunyai syarat fisik yang sempurna ( Imamat 21 : 21 – 24 ), begitu juga dengan domba persembahan yang dibawa.
Namun korban persembahan yang dibawa oleh para imam di dalam PL, tidak dapat membawa manusia masuk ke dalam hadirat Allah, maka setiap kali manusia berkepentingan untuk menghampiri Allah mereka melalui imam lagi dan imam harus membawa korban persembahan lagi ( Ibrani 10 : 11 )
Imamat Harun telah gagal membawa manusia menghampiri Allah, maka Allah menetapkan keimaamman lain yang bukan menurut Harun, yang dapat mendekatkan manusia kepada Allah,yaitu Yesus
Sebagai imam, Yesus telah membawa korban persembahan kepada Allah, yaitu darahNya sendiri. Dan korban persembahan itu berkenan bagi Allah bagi penebusan dosa manusia sekali dan untuk selamanya. Melalui korban yang dipersembahkan Yesus, tirai yang menjadi batas ke tempat ruang maha kudus terbelah dari atas ke bawah .Hal itu menunjukkan manusia mendapat jalan masuk ke dalam ruang maha kudus, yaitu ke dalam hadirat Allah (Efesus 3 : 12 ; Kolose 1 : 21 - 22 )
2. Membawa manusia pada keselamatan dan hidup kekal. Ay 25
Firman Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa upah dosa adalah maut, dimana hal itu berarti manusia menerima penghukuman kekal. Itulah bagian yang seharusnya diterima oleh manusia karena dosanya. Namun Keimamaman Yesus yang menjadi pengantara bagi kita dihadapan Allah untuk mempersembahkan korban penghapus dosa telah sanggup menyucikan dan menghapuskan seluruh dosa manusia, sehingga tidak hanya membawa manusia kepada persekutuan dengan Allah kembali, tetapi juga memberikan manusia keselamatan dan hidup yang kekal ( Ibrani 9 : 28 )
Iniulah hal yang tentunya yang menjadikan pokok pengharapan kita di dalam Kristus, sehinggi kita senantiasa mengiring Di di dalam seluruh perjalanan kehidupan dengan penuh keantusiasan dan kegairahan
3. KeimamanNya Bersifat kekal. Ay 24, 26 – 27
Pelayanan keimamaman Yesus tidak hanya untuk sementara, tetapi kekal untuk selama-lamanya, baik dampak dari pelayananaNya maupun dalam jangka waktu jabatannya
Hal tersebut dapat kita lihat melalui fakta berikut, yaitu :
Hal ini berbeda dengan keimamam Harun, yang hanya bersifat temporer, karena mereka mati dan dampak pelayanannya juga bersifat temporer
Yesus adalah imam untuk selamanya. Dia senantiasa menjadi perantara bagi kita
- Dia menjadi pembela kita sampai kita menerima semua yang dijanjikan Allah bagi kita orang percaya
- Dia berdoa syafaat bagi kita untuk menolong kita
Maka itulah pengharapan kita di dalam Yesus tidak pernah sia-sia, karena Dia hidup dan menjadi perantara yg sempurna bagi kita
25 APRIL 10
KEUNGGULAN KE-IMAM-AN KRISTUS -- Ibrani 7:1-10 dan 16-21 -- by Ps H
KEUNGGULAN DAN KESEMPURNAAN KEIMAM-MAN KRISTUS MELALUI PENETAPANNYA
Ibrani 7 : 1 –10 dan 16 - 21
Yesus adalah imam kita satu-satunya dan Dia adalah imam yang mulia, sempurna dan agung. Untuk membuat orang percaya senantiasa berpegang teguh pada pengharapan kepada Yesus, maka penting untuk mengerti dengan jelas akan bagaimana keunggulan dan kesempurnaan keimam-man Yesus dibanding dengan keimam-man suku Lewi dalam Perjanjian Lama.
Melalui perikop yang kita baca, kita akan melihat keunggulan dan kesempurnaan keimamam Kristus melalui penetapannya, yaitu :
1. Ditetapkan menurut peraturan Melkisedek. Ay 1 - 10
Yesus tidak mengangkat dirinya sebagai imam, tetapi Dia ditetapkan oleh Allah sebagai imam di dalam Perjanjian Baru dan penetapan Yesus sebagai imam tidak berdasar pada kesukuan atau keturunan, karena Yesus adalah dari suku Yehuda, bukan suku Lewi, tetapi menurut peraturan baru yang Tuhan buat, yaitu menurut peraturan Melkisedek
MELKISEDEK merupakan sosok yang begitu misterius, di mana Alkitab tidak membicarakan secara detail tentang dia, bahkan silsilahnya . Ini sesuatu yang luar biasa, karena silsilah di dalam Perjanjian lama merupakan hal yang begitu penting, tetapi tentang Melkisedek tidak disebut. Dia hanya muncul sekali sebagai sosok yang hidup dan nyata keberadaannya dalam suatu sejarah yang dicatat Alkitab, dimana dicatat sebagai Imam Allah yang maha tinggi ( Kej 14 : 18 – 20 )
Tentunya kita tidak dapat memaksakan kehendak kita untuk mengerti tentang Melkisedek, kita perlu percaya bahwa Allah menghendaki demikian untuk suatu maksud, dimana Melkisedek menjadi lambang dari Keimam-man Kristus ( Mazmur 110 : 4 )
Yesus yang ditetapkan sebagai imam menurut peraturan Melkisedek memberi arti bahwa keimam-man Yesus lebih unggul dan mulia dari keimam-man suku lewi, karena Alkitab mencatat bahwa Melkisedek lebih tinggi dari Abraham, yang berarti juga lebih tinggi Melkisedek lebih tinggi dari suku Lewi, yang merupakan keturunan dari Abraham
Posisi Melkisedek lebih tinggi dari Abraham, dapat dilihat dari 2 peristiwa yang terjadi yaitu :
1.1. Melkisedek memberkati Abraham. Ay 1 - 3
Berkat selalu turun dari atas. Maka orang yang memberkati posisinya lebih tinggi dari yang diberkati. Dengan Melkisedek memberkati Abraham, maka posisi dan otoritas yang dimiliki Melkisedek lebih tinggi dari Abraham
1.2. Melkisedek menerima sepersepuluhan dari Abraham. Ay 4 - 10
Dahulu kala orang biasanya memberikan sepersepuluhan dari rampasan perang kepada orang yang disembah oleh mereka. Dan Alkitab mencatat bahwa Melkisedek menerima persepuluhan dari Abraham, maka dikatakan betapa tingginya Melkisedek ini
Dalam ayat 5 dan 6 dikatakan bahwa suku Lewi menerima persepuluhan dari saudara-saudaranya yang merupakan keturunan Abraham juga dan Melkisedek yang bukan keturunan Lewi memungut persembahan dari Abraham
Ayat 9 dan 10 berhubungan dengan ayat 6 tersebut, bahwa penulis menarik garis bahwa Lewi telah memberikan persembahan persepuluhan kepada Melkisedek melalui Abraham, walaupun Lewi belum lahir pada waktu itu, karena Lewi maih di dalam tubuh leluhurnya, sehingga persepuluhan dari Abraham terhisap kepada Lewi juga ( ayat 10 )
2. Ditetapkan berdasar hidup yang tidak binasa. Ay 16 -17
Ayat 16 dinyatakan : yang menjadi imam bukan berdasar peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa. Hal ini berbeda dengan penetapan imam dalam Perjanjian Lama yang berdasarkan hukum semata dan bersifat badani, yaitu keturunan Harus dan memiliki kesempurnaan dan kesucian berdasarkan pembasuhan secara badani. Maka dengan demikian ke-imam-mam di dalam Perjanjian lama adalah untuk sementara, yaitu selagi masih hidup dan berhenti ketika mereka mati atau berhenti ketika mereka melanggar kekudusan dan kesucian yang ditetapkan
Namun Kristus ditetapkan sebagai imam berdasar kelengkapan rohaniNya dan kekudusanNya serta menurut kuasa hidup yang kekal. Maka Keimam-man Kristus adalah kekal. Denagan demikian dapat disimpulkan bahwa keimam-man Kristus lebih tinggi dari keimam-man Lewi
3. Ditetapkan melalui sumpah. Ay 18 – 21
Keunggulan Keimam-man Kristus dapat ditunjukkan melalui penetapannya yang dikerjakan Allah dengan sumpah, dimana hal itu tidak dikerjakan Allah kepada suku Lewi ( Ay 21 )
“sumpah” dikerjakan adalah untuk maksud mengokohkan sebuah pernyataan yang diucapkannya. Dengan sumpah Tuhan menyatakan bahwa Kristus adalah imam untuk selama-lamanya. Hal tersebut menunjukkan bahwa betapa tinggi dan kuatnya penetapan Tuhan terhadap Kristus sebagai imam, yang tidak dapat dibatalkan oleh apapun, karena Tuhan memandang keimam-man Kristus telah sempurna dan tidak perlu diubah ataupun dibatalkan
Maka ketika yang sempurna datang, maka keimam-man Lewi menjadi batal dengan sendirinya, begitu juga dengan Tauratnya ( Ay 12 )
Dengan demikian keimam-man Kristus lebih unggul dan mulia daripada keimam-man suku Lewi / Harun
18 APRIL 10
KEPASTIAN SEBUAH JANJI -- Ibrani 6:9-20 -- by Ps H
KEPASTIAN SEBUAH JANJI
Ibrani 6 : 9 – 20
Dengan berbagi cara penulis surat ini memberi pengajaran, dorongan bahkan teguran untuk orang percaya Ibrani ini supaya mereka tetap berpegang teguh di dalam pengharapan kepada Kristus, tidak murtad, dan tidak berbalik dari keyakinan yang mereka miliki di dalam Kristu
Tentunya ini bukan pengharapan yang berhubungan dengan iman keselamatan, tetapi pengharapan yang berhubungan dengan cara hidup yang mereka miliki
- Dimana orang percaya ada di dalam persekutuan yang intim dengan Tuhan
- Hidup memberi diri untuk pekerjaan Tuhan
- Mempercayakan hidupnya kepada Tuhan dan menantikan kehendak Tuhan dengan sungguh-sungguh
- Hidup dengan prinsip-prinsip Allah, tidak memakai konsep dunia dan tidak kembali kepada konsep hidup lama sebelum percaya kepada Kristus
Dalam perikop ini menegaskan bahwa orang-orang yang senatiasa berpegang teguh pada pengharapan kepada Kristua sampai pada akhirnya akan menerima bagian yang telah dijanjilkanNya (Ay 11 – 12 , I Petrus 1 : 3 – 7 )
Ada beberapa alasan bahwa janji atau upah itu pasti kita terima, yaitu :
1. Karena Allah itu adil. Ay 10
Keadilan Allah akan beroperasi disepanjang kehidupan manusia, termasuk di dalam kehidupan orang percaya.
Tuhan melihat setiap pekerjaan orang-orang percaya dan Dia memperhitungkan segala pekerjaan itu di dalam tahta pengadilanNya nanti, dimana Dia memberi upah bagi orang-orang yang telah setia dan melakukan apa yang menjadi kehendakNya ( 2 Kor 5 : 10 )
Karena KeadilanNya, maka tidak ada pekerjaan seorangpun yang tidak diperhitungan dan diberinya upah ( Markus 9 : 41 )
Maka mari kita mengisi kehidupan kita dengan senantiasa melakukan pekerjaan baik yang Tuhan sediakan dan tidak menjadi undur ketika kita mengalami masaa yang sulit, karena kita memiliki keyakinan yang penuh bahwa apa yang telah kita kerjakan di dalam Tuhan, tidak pernah sia-sia ( I Kor 15 : 58 )
2. Karena Janji Tuhan adalah ya dan amin. Ay 13 - 18
Penulis menunjukkan tentang “sumpah di dalam perjanjian yang Allah buat” , dimana itu adalah untuk menyakinkan dan menunjukkan kepada orang-orang percaya bahwa ketika Allah berjanji, maka janji itu “ya dan amin”, janji untuk menerima bagian bagi orang-orang senantiasa ada di dalam kesetiaan kepada Dia itu pasti digenapi
Sumpah dinyatakan untuk mengokohkan apa yang dijanjikan, sebagai meterai di dalam perjanjian, karena “sumpah” mengikat seseorang untuk melakukan apa yang dijanjikan
Manusia menyatakan sumpad demi seseorang atau apapun yang diatanya, Namun Allah bersumpah kepada diriNya sendiri, karena tidak ada yang lebih tinggi dari Dia
Ketika Allah berjanji kepada Abraham bahwa Dia akan memberkati Abraham, dia telah bersumpah demi diriNya sendiri. Dan Alkitab mencatat bahwa Abraham menanti dengan sabar Abraham tinggal di dalam pengharapannya kepada Allah, kepercayaannya tidak goyah sehingga Abraham menerima apa yang dijanjikannya
Di dalam Kristus kita menerima janji Allah. Dan Kristus adalah “YA” untuk semua janji Allah ( 2 Kor 1 : 20 – 22 )
Maka marilah kita menjadi penurut dari orang-orang yang telah sabar dan setia di dalam pengharapannya kepada Tuhan. Di mana kita tidak menjadi lemah dan undur, karena Tuhan pasti menggenapi janjiNya, seperti Dia telah menggenapi janjiNya kepada Abraham ( Roma 4 : 20 – 21 )
3. Karena Yesus telah ada di surga menjadi perintis. Ay 19 - 20
Dikatakan Pengharapan itu adalah sauh. Kuat tidaknya sauh tergantung dimana sauh itu dikaitkan, digantolke atau dilabuhkan. Kalau sauh berpegang kuat pada batu, maka sauh itu menjadi kuat, dan kapalanya akan tetap teguh dan tidak terbawa arus
Pengharapan di dalam Kristus adalah sauh yang kuat dan aman. Kenapa?
- Karena dikatakan : telah dilabuhkan sampai di belakang tabir, yang artinya bahwa Yesus yang telah menjadi pengharapan kita telah ada di dalam surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa
- Yesus telah masuk terlebih dulu di surga dan Dia menjadi perintis bagi kita, menjadi imam Besar, dan pembela kita, sehingga kita dapat menerima seluruh bagian yang telah dijanjikan Allah bagi kita orang yang bertekun di dalam iman kita kepadaNYa
Maka jangan kita berhenti berharap kepada Tuhan dan menjadi murtad oleh karena apapun. Tetaplah berjalan di dalam jalan-jalanNya, karena kemuliaan yang menjadi bagian kita adalah sesuatu yang luar biasa, yang tidak dapat dibandingkan oleh apapun ( Roma 8 : 18)
11 APRIL 10
SI TUA YANG KEKANAK-KANAKAN -- Ibrani 5:11 - 6:8 -- by Ps H
SI TUA YANG KEKANAK-KANAKAN
Ibrani 5 : 11 – 6 : 8
Si Tua yang kekanak-kanakan memberi arti bahwa secara umur sudah dewasa atau tua, tetapi sifatnya, karakternya dan apa yang dilakukan masih seperti anak-anak .
Inilah suatu kondisi yang ingin digambarkan oleh penulis Ibrani terhadap orang-orang percaya Ibrani. Dan dalam faktanya kondisi ini juga banyak dialami oleh orang-orang percaya pada masa kini atau mungkin kita sendiri.
Ini Suatu kondisi yang menyedihkan hati Tuhan, karena kita tidak dapat memenuhi apa yang menjadi tanggungjawab yang telah Dia berikan dan juga kita tidak dapat menerima segala anugerah yang dijanjikanNya. Tuhan ingin kita menjadi dewasa ( Efesus 4 : 11 – 14 )
Maka gereja kita sangat konsen bagaimana kita dapat membawa setiap orang tidak hanya sampai step kelahiran baru dan mengerti doktin-doktrin dasar kekristenan, tetapi juga membawa kepada pertumbuhan di dalam kedewasaan Kristus melalui pengajaran Firman Tuhan secara sepenuhnya dan melalui penggembalaan
Apakah yang menjadi ciri-ciri bahwa seseorang memiliki sifat kekanak-kanakan
1. Lamban mendengarkan. Ay 11
Penulis ingin menjelaskan kepada orang-orang percaya Ibrani untuk mereka mengerti lebih lagi tentang ke-Imam-an Kristus, yang ditetapkan Allah menurut peraturan Melkisedik, tapi tidak bisa karena mereka lamban untuk mendengarkan
“Lamban mendengarkan” , dalam bahasa Yunaninya memakai kata “nothros”, yang artinya lamban, tidak aktif, malas atau lalai. Sedangkan dalam versi bahasa inggris memakai istilah “Fool” yang artinya bodoh atau lazy yang artinya malas
Jadi “lamban mendengarkan” itu lebih berarti bahwa mereka tidak memproses atau menaggapi apa yang telah didengarkan, atau dengan kata lain : masuk telinga kiri, keluar telinga kanan, sehingga mereka tidak dapat mengerti dengan sepenuh hatinya apa yang diajarkan
Banyak orang percaya, ketika diajar atau ditegur oleh gembalanya tidak mau sungguh-sungguh mendengar dan mengerti, sehingga tidak ada di dalam ketaatan dan ketundukan terhadap Allah dan firmanNtya
o Mereka mengembangkan keinginan diri sendiri
o Mereka tetap memegang kebenaran diri sendiri
o Mereka menutup telinganya dengan alibi-alibi yang membenarkan tindakannya
Apakah Saudara memiliki ciri ini? Mari kita berubah, miliki hati yang mau mendengar dan menanggapi Firman Tuhan yang diajarkan kepada kita
2. Tidak bisa mencerna makanan keras. Ps 5 : 12, 6 : 1 - 3
Dalam hal ini penulis ingin mengatakan : lihatlah dirimu, meskipun kamu sudah lama menjadi orang kristen, kamu masih seperti anak-anak yang memerlukan susu dan belum dapat makan makanan keras
Ini merupakan teguran kepada orang-orang percaya Ibrani, dan mungkin bagi orang percaya masa ini yang tidak maju atau mengalami perkembangan dalam kerohaniannya, yang masih berkutat dalam pengajaran-pengajaran dasar kristen, yaitu tentang pertobatan, baptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukumam kekal
Pengajaran-pengajaran tersebut menjadi pokok /azas yang utama dan doktrin ketika seseorang menjadi percaya kepada Yesus Kristus, ketika masih bayi rohani. Namun seharusnya dengan berjalannya waktu dan usia kita bertambah sebagai orang percaya, kita tidak lagi berkutat pada asas tersebut, tetapi bagaimana kita terus berjalan menuju kepada pengenalan akan seluruh kebenaran Allah dan melakukan kehendak Allah secara sepenuhnya
Tuhan Yesus juga menghadapi ketidakdewasaan murid-muridNya, dimana mereka menolak ajaran Kristus yang dianggapnya terlalu keras ( Yoh 6 : 60 )
Banyak orang-orang kristen sangat doyan dengan pengajaran-pegajaran yang berbicara tentang berkat, kesembuhan, mujijat dan kesaksian-kesaksian, tetapi sangat menolak ketika diajar tentang hal mengikut Yesus, memberi, berkorban, pembentukan karakter, dan visi Tuhan. Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka masih anak-anak, sehingga tidak bisa mencerna makanan yang menjadi menu bagi orang dewasa di dalam Kristus
Penulis mengajak untuk orang percaya bertumbuh di dalam kedewasaan dengan pertolongan Tuhan
3. Tidak dapat membedakan yang baik dan jahat. Psl 5 : 14
Seorang anak belum mampu membedakan mana yang baik dan jahat. Hal ini juga yang terjadi kalau tingkat kerohanian seseorang masih anak-anak, mereka tidak memiliki kepekaan mengenai apa yang jahat dan baik, manakah yang menjadi kehendak Tuhan dan yang tidak
Kondisi demikian dikarenakan Firman Allah yang didengarnya hanya sebagai satu pengetahuan, tidak dibiarkan memperbahrui akal budinya, sehingga menyebabkan kurang cakap dalam menggunakan prinsip-prinsip Firman Allah untuk menghadapi pilihan hidup dan menjadi bingung ketika harus menerapkan prinsip-prinsip Firman Allah tersebut dalam tindakan-tindakan riil, mereka tidak tidak tahu manakah yang sungguh-sungguh kehendak Tuhan dan yang bukan ( Roma 12 : 2 )
4. Gampang ngambek. Psl 6 : 6 – 8
Dalam pasal 6 : 4 - 6, disebut kata “murtad” dimana pernyataan tersebut ditujukan bagi orang-orang percaya yang ditunjukkan dengan adanya pengalaman rohani yang hanya mungkin dialami oleh orang yang percaya kepada Kristus, yaitu :
o Pernah diterangi hatinya è è hal ini mununjukkkan adanya pekerjaan Roh Kudus dalam hati orang-orang yang mendengar Injil Kristus, shg membuat bertobat
o Pernah mengecap karunia sorgawi. Dalam bahasa Yunaninya memakai kata “geuomai” yang berarti mengalami
o Pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus. Istilah ini berarti menerima pribadi Roh Kudus sebagai janji Bapa
o Dan yang mengecap firman yang baik dari Allah. Hal ini mengenai mengalami janji-janji Allah
o Dan merasai karunia-karunia dunia yang akan datang. Karunia-karunia berbicara tentang segala kuasa Roh Kudus yang dinyatakan oleh sebab iman, sedangkan “dunia yang akan datang” menunjuk pada masa kerajaan seribu tahun
Kemurtadan memiliki arti berbalik dari pengharapannya kepada Tuhan atau meninggalkan jalan-jalan Tuhan, dan penulis mengingatkan bahwa ini sesuatu yang mungkin terjadi pada orang percaya oleh karena mereka masih memiliki sifat yang kekanak-kanakan yang mudah ngambek dan purik. Ketika mereka menghadapi masalah dan kesulitan, ketika keinginannya tidak terpenuhi, mereka menjadi undur dari Tuhan, meninggalkan Tuhan, dan berhenti di dalam pengharapannya kepada Tuhan.
Namun kemurtadan yang dialami orang percayaini tidak berkitan dengan hilangnya keselamatan, karena keselamatan adalah sesuatu yang pasti, tetapi berkaitan dengan kehilangan upah atau mahkota yang dijanjikan Tuhan. Hal tersebut diuraikan dengan jelas di dalam pasal 6 : 7 - 8
o Tanah ketika menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna akan menerima upah tetapi sebaliknya kalau menghasilkan semak duri dan rumput duri, maka dibakar. Semak dan rumputnya yang terbakar, tetapi tanahnya tidak terbakar. Begitu juga dengan kehidupan kita orang percaya, perbuatannya yang terbakar, tetapi dirinya tidak, artinya bahwa dia sendiri diselamatkan ( I Kor 3 : 13 – 15 )
28 MARET 10
PENGHARAPAN YANG TIDAK SIA-SIA -- Ibrani 4:14-5:10 -- Ps H
PENGHARAPAN YANG TIDAK SIA-SIA
Ibrani 4 : 14 – 5 : 10
Pengharapan diperlukan untuk seseorang tetap bertahan dan tidak mudah putus asa ketika ada di dalam kesulitan dan masalah ( Ibrani 6 : 19 )
Dan pengharapan yang kita miliki di dalam Yesus adalah pengharapan yang tidak sia-sia ( Roma 9 : 33 )
Maka Firman Tuhan mengingatkan kepada setiap orang percaya untuk tetap berpegang teguh pada pengakuan iman kita kepada Yesus Kristus, dimana di dalam segala keadaan yang kita alami, kita tidak menjadi undur dari pengiringan kita kepada Kristus dan tidak menjadi murtad dari jalan-jalan Tuhan sehingga kita boleh masuk ke tempat perhentian yang Allah sediakan
Melalui perikop yang kita baca pagi hari ini, kita akan melihat hal-hal apa yang mendasari bahwa pengharapan yang kita miliki di dalam Yesus tidak sia-sia, yaitu :
1. Yesus adalah Imam Besar yang sempurna. Psl 4 : 14
Yesus adalah Imam di dalam Perjanjian Baru, yang ditetapkan Allah bagi manusia. Dan Yesus adalah imam yang sempurna bagi manusia, sehingga Yesus menyempurnakan ke-imam-an yang dikerjakan oleh suku Lewi dalam Perjanjian Lama. Kesempurnaan Yesus sebagai perantara dan pendamai bagi kita di hadapan Allah inilah yang menyebabkan Yesus dapat kita andalkan untuk kita menerima segala sesuatu yang disediakan Allah bagi kita (Ibrani 9 : 15 a)
Kesempurnaan Yesus sebagai imam, berdasar beberapa hal, yaitu:
1.1. Memenuhi syarat sebagai Imam. Psl 5 : 1, 4 – 6, 10
Dalam pasal 5, kita melihat seorang imam adalah dipilih dari antara manusia dan ditetapkan oleh Allah di dalam tugasnya membawa korban persembahan kepada Allah, dan semua syarat itu aa pada Yesus
· Yesus adalah manusia 100 persen
· Yesus tidak mengambil sendiri kehormatan sebagai imam, tetapi Allahlah yang menetapkan Yesus sebagai Imam, dimana Yesus ditetapkan menurut peraturan Melkisedek
· Dan sebagai seorang imam, Yesus telah membawa korban persembahan bagi manusia di hadapan Allah, bukan dengan darah domba seperti dalam Perjanjian Lama, tetapi Dia mempersembahkan darahNya sendiri ( Ibr 9 : 12)
1.2. Membawa korban persembahan sekali untuk selamanya. 5 : 6
Seperti yang dikatakan dalam Ibrani 9 : 12 bahwa hanya satu kali Yesus mempersembah korban penebus dosa dan itu telah menyempurnakan untuk selama-lamnya mereka yang Ia kuduskan (Ibrani 10 : 12 - 18)
Maka dikatakan Yesus adalah imam besar yang telah melintasi segala langit, artinya bahwa Yesus telah masuk ke tempat tertinggi, ke dalam kemah yang sempurna. Dia duduk di sebelah kanan untuk menjadi perantara dan pembela kita
1.3. Menjadi pokok keselamatan. Psl 5 : 7 - 9
Darah Kristus sebagai korban persembahan merupakan korban yang tidak bercacat cela, sehingga sanggup menghapus dosa dan mendatangan kselamatan bagi manusia yang percaya kepadaNya ( Ibr 9 : 28)
Setelah Yesus telah menjadi sempurna, yaitu menyelesaikan langkah yang harus ditempuh untuk menjadi korban penghapus dosa melalui kematianNya di atas kayu salib, Dia menjadi pokok keselamatan bagi orang yang percaya kepadaNYa
Maka Kalau DarahNya saja, Dia telah berikan, maka apa yang tidak dapat kita harapkan dari Dia yang mengasihi kita. Yesus adalah pengharapan yang dapat kita andalkan di dalam segala perkara kita
2. Yesus adalah Imam besar yang dapat merasakan kelemahan kita. Psl 4 : 15
Karena Yesus yang adalah Allah 100 persen, juga manusia 100 persen, maka Dia dapat mengerti dan merasakan kelemahan-kelemahan kita. Dia dapat ikut merasakan penderitaan kita oleh karena pencobaan yang kita alami
Yesus, ketika ada di tengah-tengah dunia sebagai manusia, Dia mengalami pencobaan
o Yesus mengalami pencobaan di padang gurun setelah berpuasa empat puluh hari, empat puluh malam (Mat 4 : 1)
o Yesus mengalami tekanan ketika Dia harus mengalami penolakan, aniaya dan penderitaan dari orang-orang yang kepadanya Dia datang
o Yesus mengalami massa yang begitu sulit ketika Dia menghadapi kematian di atas kayu salib untuk menanggung dosa manusia
Dari semua pencobaan-pencobaan yang Yesus alami, Dia tidak berbuat dosa dengan cara tunduk kepada kehendak Allah. Yesus telah membuktikan ketaatanNya kepada BapaNya sampai mati di atas kayu salib (Fil 2 : 8)
Sepanjang perjalanan kita mengiring Yesus di tengah-tengah dunia ini, kita juga diijinkan menghadapi tekanan, penderitaan, penolakan, dan segala bentuk intimidasi dari iblis. Dan Yesus dapat ikut merasakan bahwa itu adalah massa-massa yang sulit bagi kita, masa yang menekan, massa dimana kita ada di dalam kelemahan, sehingga Dia menaruh simpati dan belaskasihan untuk memberi pertolongan kepada kita. Yesus peduli dan senantiasa bersyafaat untuk kita serta mencurahkan kekuatan kepada kita
3. Di dalam Yesus kita memiliki jalan masuk kepada tahta kasih karunia Allah. Psl 4 : 16
Melalui korban persembahanNya, Dia telah menjadi pendamai bagi kita, sehingga di dalam Yesus kita telah memperoleh jalan masuk kepada Allah di surga (Efe 3 : 12)
Dengan demikian setiap saat kita dapat datang kepada tahta kasih karunia untuk menyatakan setiap masalah yang kita hadapi, dan kelemahan yang kita miliki sehingga kita boleh menerima segala pertolongan, yang membuat keluar sebagai orang-orang yang menang
Di dalam Yesus ada selalu ada pertolongan dan jalan keluar, karena Allah sanggup melakukan segala perkara di dalam kehidupan kita (Filipi 4 : 13)
21 MARET 10
MILIKI HATI YANG BERTOBAT -- Ibrani 4:12-13 -- Ps H
MILIKI HATI YANG BERTOBAT
Ibrani 4 : 12 – 13
Pernyataan di dalam 2 ayat ini sangat bereratan dengan inti peringatan yang dberikan kepada orang percaya Ibrani dan kepada semua orang percaya, yaitu untuk kita tidak mengeraskan hati, untuk kita tidak memberontak, untuk kita tidak percaya dan tidak taat terhadap Tuhan dan FirmanNya, sehingga kita boleh memasuki tempat perhentian yang disediakan bagi kita, yaitu hidup di dalam kelimpahan dan penuh kemenangan
Pada faktanya keberadaan manusia yang berdosa ini memiliki kecenderungan untuk ada di dalam ketidaktaatan dan pemberontakan kepada Allah, maka adalah penting untuk kita memiliki gaya hidup yang bertobat dari hari ke hari, dari waktu ke waktu ( Roma 3 : 10 )
Bagaimana kita dapat memiliki gaya hidup yang bertobat
1. Ijinkan Firman Tuhan beroperasi dan menjadi hakim dalam diri kita. Ay 12
Penting bagi kita untuk memiliki hati seperti Daud, yang memohon kepada Allah untuk menyelidiki hatinya dan meluruskan jalan-jalannya (Mazmur 139 : 23 – 24)
Mengijinkan Firman Tuhan beropersai dan menjadi hakim di dalam diri kita berarti kita membiarkan dan rela Firman Tuhan menyelidiki hati kita dan menerima serta tunduk pada penghakiman yang dinyatakan
Firman Allah memiliki kesanggupan bergerak secara aktif dan berbicara secara keras dan jelas sehingga membuat pikiran kita menjadi terang untuk melihat dengan jelas mana yang benar dan manakah yang bukan kehendak Tuhan (Mazmur 119 : 105)
Ketika kita mengijinkan Firman itu beroperasi, maka kita akan memiliki kehidupan yang terus berubah dari hari ke hari.
2. Menyadari bahwa tidak ada yang tersembunyi bagi Allah. Ay 13
Tuhan tidak bisa ditipu, karena Dia mampu melihat sesuatu yang tidak kelihatan, sesuatu yang tersembunyi rapat di dalam hati kita. Dihadapan Allah, kita ini telanjang , tidak ada yang tersembunyi dari pandangan Dia
o Tuhan mengerti Hati seperti apakah yang kita miliki
o Tuhan tahu bagaimana motivasi kita dan ketulusan kita
o Tuhan tahu apakah ada kemunafikan atau kebohongan di dalam diri kita
o Tuhan tahu kalau kita memiliki hati yang tidak respec dan hormat kepada pemimpin
o Tuhan tahu kalau kita tidak memberi perpuluhan secara sepenuhnya
o Tuhan tahu setiap detail apapun yang kita lakukan
Dengan terus memiliki pengertian bahwa tidak ada yang dapat kita sembunyikan dari Allah akan membuat kita memiliki rasa hormat dan takut kepadaNya, sehingga membawa kita melakukan segala sesuatu dengan cara benar dan dengan hati yan murni
Jadi dengan sungguh-sungguh menyadari bahwa di hadapan Tuhan segalanya tidak ada yang dapat disembunyikan akan menolong kita untuk memiliki hati yang bertobat, hati yang benar, hati yang murni, hati yang hancur untuk meminta belas kasihan Tuhan
Daud menyadari sungguh bahwa Allah mengetahui segala dosanya, dan dia memiliki hati yang hancur di hadapanNya (Mazmur 69 : 6, 14 – 15)
3. Menyadari bahwa kita harus memberi pertanggungan jawab. Ay 13
Tuhan telah memberi panggilan di dalam kehidupan kita, yaitu untuk melakukan segala pekerjaan baik yang telah Allah sediakan bagi kita dan Roh Kudusnya bekerja bagi kita untuk kita hidup di dalam panggilan tersebut
Harusnya hidup dalam panggilan Allah tersebut adalah pilihan kita, namun seringkali orang percaya tidak memilihnya
Kita bebas untuk memilih apapun dalam kehidupan ini, namun kita tidak pernah bebas untuk tidak bertanggungjawab terhadap apa yang kita pilih
Menyadari bahwa ada pertanggungjawaban yang harus kita berikan, akan membuat kita hidup di dalam gaya pertobatan. Kita ingin terus senantiasa berubah dari waktu sehingga apa yang kita kerjakan adalah segala sesuatu yang baik dan bernilai kekal. Kita tidak ingin kedapatan malu pada saat menghadap tahta pengadilan Kristus pada hari penghakiman nanti
Mari kita renungkan perkataan Rasul Petrus dalam 2 Pet 3 : 14 “Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusah, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia”
14 MARET 10
MASUK DI TEMPAT PERHENTIAN -- Ibrani 4:1-11 -- Ps H
MASUK DI TEMPAT PERHENTIAN
Ibrani 4 : 1 – 11
Tidak ada sebuah perjalanan yang dirancang tanpa memikirkan dan menginginkan sebuah perhentian. Ketika Tuhan membawa bangsa Israel dari tempat perbudakan, Dia merancang sebuah perhentian, yaitu tanah kanaan, tanah yang dijanjikan, tanah yang penuh berkat
Darah Kristus telah melepaskan manusia dari perbudakan dan hukuman dosa, dan Tuhan ingin kita berjalan masuk tanah perhentian yang telah disediakan Allah bagi kita, orang-orang yang percaya kepada penebusan darah Kristus
Perikop yang kita baca pada pagi hari memberi memperingatkan bagi orang-orang percaya untuk tidak gagal memasuki tanah perhentian yang disediakan Allah, seperti halnya ribuan bangsa israel yang jatuh di padang belantara dan tidak dapat masuk ke tempat perhentian
Ada beberapa hal yang kita akan pelajari melalui perikop ini sehubungan dengan tempat perhentian
1. Arti “Tempat Perhentian”
Tanah perjaanjian yang dibicarakan oleh penulis Ibrani ini bukan tanah adalah bukan tentang janji “Tanah Kanaan”, karena pada waktu surat ini ditulis, orang-orang percaya Ibrani ada di tanah Kanaan sekitar 500 tahun. Penulis hanya menggunakan perhentian di tanah Kanaan sebagai lukisan mengenai suatu perhentian yang baru, yang disediakan untuk orang percaya Ibrani dan untuk setiap kita. Perhentian di Kanaan tidak menggenapi seluruh janji Allah kepada kaum pilihanNya. Maka Janji itu disempurnakan di dalam Kristus ( Ay 8 – 9 )
Dan Perhentian ini juga tidak dapat diartikan sebagai perhentian di dalam surga, karena untuk masuk surga, tidak dibutuhkan usaha manusia, melainkan semata-semata hanya kasih karunia Allah melalui penebusan Yesus di atas kayu salib ( Efesus 2 : 8)
Masuk di dalam perhentian yang dimaksudkan di sini adalah masuk di dalam perjanjian baru yang disediakan Allah di dalam Kristus, yaitu “KEMENANGAN YANG SEMPURNA Dan KEHIDUPAN YANG PENUH KELIMPAHAN” ( Yoh 10 : 10 )
Kristus telah mencurahkan Roh KudusNya bagi kita orang percaya, yang akan menghantarkan dan memampukan kita masuk perhentian yang telah Ia janjikan
2. Syarat Untuk Dapat Masuk ke tempat Perhentian
Hal-hal apa yang perlu kita kerjakan untuk kita masuk di tempat perhentian yang Allah telah sediakan bagi kita ??
2.1 . Hidup di dalam Kewaspadaan. Ay 1
Sebagai orang percaya kita harus menjalani kehidupan ini dengan kewaspadaan atau berjaga-jaga senantiasa, karena mau atau tidak mau ketika kita percaya kepada Yesus, kita memiliki musuh, yaitu iblis, yang terus mengintai kita untuk membelokkan arah hidup kita dan berusaha menggagagalkan kita masuk perhentian yang Allah sediakan (I Pet 5 : 8)
Iblis dapat menyerang kita di dalam seluruh aspek kehidupan kita dan di dalam segala keadaan yang kita lalui, apakah kita ada di dalam tekanan, masalah, kesulitan atau apakah kita ada di dalam kemakmuran
Namun Puji Tuhan kita memiliki kuasa untuk mengalahkan setiap pekerjaan iblis. Kita hanya perlu waspada dan siap dengan perlengkapan senjata Allah ( Efesus 6 : 11 )
2.2 . Hidup di dalam Ketekunan. Ay 1
Ketekunan berarti mengerjakan sesuatu secara terus menerus dan penuh perjuangan serta giat senantiasa
Dengan mengerjakan panggilan Allah dalam kehidupan kita dengan penuh ketekunan, tidak kendor, tidak mudah menyerah dan tidak sekedarnya, akan membawa kita masuk ke dalam tempat perhentian yang Allah sediakan. Tidak menjadi orang yang ketinggalan seperti yang diperingatkan dalam Kitab Ibrani ini
Kita perlu ingat dan sadari senantiasa bahwa apapun bidang yang kita kerajakan, kita mengerjakannya untuk Tuhan dan Tuhan memperhitungkan segala sesuatunya ( I Kor 15 : 58 )
2.3 . Hidup di dalam kepercayaan dan ketaatan kepada Allah.
Penulis ibrani dengan jelas memberi contoh di dalam Perjanjian Lama bahwa “ketidaktaatan” bangsa Israel menyebabkan mereka tidak dapat masuk ke tempat perhentian yang Allah sediakan, yaitu Kanaan
Bangsa Israel tidak taat karena mereka tidak percaya kepada janji yang telah diberitakan kepada mereka, yaitu janji perhentian. Mereka tidak mempunyai iman seperti yang dimiliki oleh Yosua dan Kaleb dan karena itu mereka binasa di padang gurun
Kepada kita telah diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka. Kabar kesukaan ini bukan hanya berbicara tentang Injil keselamatan, tetapi juga tentang janji perhentian, yaitu hidup dan mempunyainya di dalam segala kelimpahan
Dan kita akan membuat catatan sejarah yang berbeda dengan mereka bahwa kita adalah orang-orang yang berhasil masuk ke tempat perhentian yang disediakan Allah, karena kita percaya dan taat kepada Allah yang hidup ( Ay 11 )
Tuhan telah menetapkan suatu hari, yaitu “hari ini”. UNTUK APA ?? Untuk kita tidak mengeraskan hati terhadap suaraNya, tetapi PERCAYA DAN TAATLAH
07 MARET 10
JANGAN KERASKAN HATIMU -- Ibrani 37-19 -- Ps H
JANGAN KERASKAN HATIMU
Ibrani 3 : 7 – 19
Istilah keras hati dapat di samakan dengan tegar tengkuk, yang berarti adalah hati yang sulit menerima dan percaya tentang kebenaran, hati yang bebal, ngeyel, tidak terbuka terhadap hal-hal yang lain
Alkitab mencatat bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk ( Keluaran 32 : 9 )
Dalam perikop yang kita baca pagi hari ini, Firman Tuhan memperingatkan kita untuk kita tidak mengeraskan hati atau menjadi pribadi yang tegar tengkuk
Dan ada 2 hal yang akan kita lihat dan pelajari sehingga kita menjadi orang yang keras hati, yaitu :
1. Penyebab dari hati yang keras
Suati kondisi hati yang keras tidak terjadi secara mendadak, namun ini sebuah proses di dalam diri seseorang , dimana proses tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu
1.1. Mengabaikan Firman Tuhan yang di dengarnya. Ay 7 - 8
Penting untuk kita memandang setiap Firman Tuhan yang disampaikan kepada kita, baik melalui pengajaran maupun dalam bentuk teguran oleh pemimpin adalah sesuatu yang serius untuk kita dengar, renungkan, dan kita buat aplikasinya ( Yosua 1 : 8 )
Banyak orang kristen yang ketika mendengar Firman Tuhan tidak menjadi sungguh-sungguh, seenaknya, sambil lalu atau milih-milih menurut seleranya, kalau pas enak di telinga yang didengarnya, tetapi kalau tidak diabaikan
Segala bentuk PENG-ABAI-AN kita kepada Firman Tuhan yang disampaikan baik oleh Roh Kudus yang berbicara langsung di dalam hati kita ataupun lewat pemimpin akan membuat hati kita makin hari menjadi makin keras
Bangsa israel telah mengabaikan Firman Tuhan yang telah diberikan, bagaimana Firman Tuhan menyatakan panggilanNya bagi mereka dan ketetapanNya, sehingga mereka tidak percaya dan memberontak kepada Tuhan, mereka menjadi tegar tengkuk
1.2. Melupakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib. Ay 9
Bangsa Israel melupakan perbuatan Tangan Tuhan yang penuh kuasa, yang melepaskan mereka dari tangan musuh, yang memimpin mereka dengan tiang awan dan tiang api, yang melepaskan mereka dari kelaparan, maka ketika ada kesulitan yang Tuhan ijinkan terjadi, mereka menjadi bersungut-sungut, mereka menyalahkan Musa, seorang yang dipakai Tuhan untuk memimpin mereka dan mereka berbalik dari jalan-jalan Tuhan
Maka Tuhan berkata : nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatanKu empat puluh tahun lamanya
Ada banyak dari kehidupan kita seringkali melupakan kebaikan, kasih dan anugerah yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita, sehingga membuat kita menjadi orang yang sulit percaya kepada Tuhan, hidup mengikuti kehendak diri sendiri dan menyalahkan Tuhan ketika Tuhan mengijinkan ada masalah
Menyadari dan mengingat senantiasa akan kebaikan Tuhan, akan membuat kita menjadi orang yang senantiasa memandang kepada Tuhan, percaya dan taat sepenuhnya kepada Tuhan walaupun dimasa-masa yang sulit, seperti yang dilakukan Daud ( Mazmur 143 : 5 – 6 )
Karya Allah di dalam Yesus Kristus bagi kita telah menjadi alasan yang cukup untuk kita percaya dan menyerahkan hidup kita untuk dipimpin menurut jalan-jalanNya ( Roma 8 : 32 )
1.3. Memiliki hati yang jahat. Ay 12 - 13
Hati yang jahat adalah seseorang yang di dalam pikiran dan kehendak tidak benar menurut Firman Tuhan, dimana hal tersebut bisa berbicara tentang tidak ada kesungguhan dan ketulusan, memiliki motivasi dan tujuan yang salah dan tidak murni di dalam bertindak, atau memiliki pikiran-pikiran yang negatif terhadap sesama ataupun Tuhan
Ketika kita memiliki hati yang jahat kepada Tuhan , maka kita tidak memiliki rasa hormat dan respec kepada Dia, kita cenderung mengabaikan dan tidak percaya dengan apa yang Dia katakan, dan kalau itu kita biarkan terus menerus akan membuat hati kita memberontak kepada Allah
2. Dampak dari hati yang keras
Ketika kita mengeraskan hati atau membiarkan hati yang keras di dalam diri kita, maka akan ada akibat yang timbul, yaitu :
2.1. Murtad. Ay 12
Arti murtad secara umum adalah berbalik dari atau meninggalkan keyakinan dan segala pekerjaan yang sebelumnya dilakukan
Bahasa asli kata murtad yang dipakai dalam Alkitab ada 2 yaitu Paraptoma dan Apostasia
o Paraptoma diartikan : salah langkah, menabrak, jatuh, meninggalkan kepercayaan, menyimpang
o Apostasia diartikan meninggalkan, memberontak atau melarikan diri
Dalam Ibrani 3 : 12 ini dipakai kata “APOSTASIA”, yang artinya melarikan diri atau menjauhkan diri dari Tuhan
Lalu…..Apakah orang percaya bisa murtad ? Jawabannya adalah BISA dan MUNGKIN
Artinya bahwa orang kristen bisa melarikan diri atau menjauhkan diri dari jalan-jalan Tuhan, dari kehendak Tuhan, dan dari panggilan Tuhan.
Contohnya : Orang yang pada awalnya menggebu-gebu mengerjaka Tuhan, bisa kemudian menjadi undur karena hidup dalam tipu daya iblis ATAU Orang yang pada awalnya menjagai hidupnya di dalam kekudusan, bisa berbalik kepada dosa
Namun Kemurtadan ini tidak ada kaitannya dengan keselamatan yang telah diterimanya sebagai orang yang telah lahir baru di dalam Tuhan, karena keselamatan dan hidup kekal yang telah diberikan Yesus melalui karya penebusanNya di atas kayu salib adalah PASTI DAN TETAP.
Banyak pengajaran mengaitkan kemurtadan ini dengan kehilangan keselamatan . Konsep ini jelas bertententangn dengan ayat-ayat yang begitu jelas berbicara tentang keselamatan yang kita terima di dalam Kristus bahwa kita diselamatkan oleh IMAN ( Efesus 2 : 8 )
Di dalam Kristus kita tidak menerima penghukuman lagi (Roma 1 : 8).
Kemurtadan orang percaya merupakan bentuk kemunduran rohani kita, di mana kita meninggalkan jalan-jalan Allah dan meninggalkan keyakinan akan melakukan panggilan Allah untuk hidup bagi Dia.
Dan kemurtadan ini akan terjadi ketika kita mengeraskan hati kita kepada Allah
Namun Allah terus bekerja dengan berbagai cara untuk membawa umat milikNya yang murtad ini untuk kemnali kepada jalan dan kehendak Allah
2.2. Tidak menerima berkat-berkat Tuhan secara sepenuhnya. Ay 11, 16 - 19
Pernyataan Tuhan begitu jelas bagi bangsa israel bahwa mereka menerima murka & kemarahan Allah karena mereka tegar tengkuk
Dikatakan : Aku bersumpah dalam murkaKu : mereka takkan masuk ke tempat perhentianKu
Tempat perhentian ini menunjuk kepada tanah Kanaan yang dijanjikan Allah ketika Tuhan memerintahkan Musa untuk membawa umat pilihanNya itu dari tanah perbudakan, yaitu Mesir
Tidak masuk tempat perhentian berarti tidak menerima janji-janji Tuhan yang disediakan, karena Tanah Kanaan adalah tanah yang penuh susu dan madu, tanah yang penuh berkat (Kel 3 : 8)
Hal inimenjadi peringatan bagi kita orang percaya, umat pilihanNya bahwa kalau kita mengeraskan hati dan tegar tengkuk, kita tidak akan menerima janji-janji dan berkat Tuhan secara sepenuhnya, seperti bangsa israel tidak dapat masuk tanah kanaan.
Ayat 14 memberi arti bahwa kalau kita tidak tekum di dalam iman pengharapan kita kepada Allah, kita tidak akan menerima seluruh janji-janji Allah yang disediakan di dalam Kristus
Sekali lagi ini tidak bicara tentang keselamatan, karena janji kesematan yang kita terima di dalam Kristus adalah pasti, sejak kita mengakui Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat. Tidak ada lagi syarat dan ketentuan yang berlaku
28 FEBRUARI 10
MUJIZAT ITU NYATA -- Matius 8:1-4 -- Pdt Fatony
MUJIZAT ITU NYATA
Matius 8 : 1 – 4
Oleh : Pdt. DR. Ir. Fatony Pranoto, M.A.
Mujijat Allah sungguh nyata, karena Dia Allah yang sanggup mengerjakan segala sesuatu di dalam kehidupan kita dan Dia Allah sngguh mengasihi Dia. Dia senantiasa bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia.
Kalau kita belum mengalami, bukan berarti mujijat itu tidak ada, tapi seringkali disebabkan karena kita tidak bagaimana mengalami mujijat
Melalui perikop yang kita baca pagi hari ini, kita akan belajar prinsip-prinsip untuk kita dapat mengalami mujiajt Tuhan ?
1. Percaya
Percaya bahwa Allah sanggup mengerjakan segala perkara adalah kunci untuk kita dapat mengalami mujijat Tuhan
Firman Tuhan katakan bahwa kalau kita bimbing maka kita tidak menerima apapun ( Yokubus 1 : 6 – 7 )
2. Taruhlah rasa hormat yang lebih kepada Tuhan
Ada 2 hal yang dapat kita jadikan indikator untuk melihat apakah seseorang menunjukkan rasa hormat kepada pribadi lain, yaitu :
· Dari Sikap saat ketemu dan menghadap
Sikap kita ketika datang menghadap kepada Tuhan dapat tercermin di dalam apa yang kita lakukan, apakah kita menjadi orang yang tepat waktu ketika datang ibadah, apakah kita datang dengan sikap tubuh yang baik, apakah kita sudah memiliki cara berpakaian yang baik, di mana semua itu dapat kita ukur dengan memperbandingkan cara kita datang kepada sesorang yang kita hormati di dunia ini
· Dari apa yang di berikan
Ketika ada rasa hormat, maka kita akan memberikan yang terbaik dan sepenuhnya, tidak sembarangan
Maka ketika kita memiliki rasa hormat kepada Tuhan, maka kita akan memberikan yang terbaik dari segala yang kita miliki
Tuhan Yesus memuji seorang janda yang memberikan persembahan 2 peser, karena janda tersebut memberikan secara sepenuhnya dari apa yang dia miliki ( Markus 12 : 42 – 44 )
3. Jangan memaksakan kehendak Tuhan
Tuhan memiliki berbagai cara untuk menjawab doa kita, pergumulan dan kebutuhan kita, maka sepenuhnya kita serahkan kepada Tuhan, jangan mendikte Tuhan
Sikap Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menyerahkan apa yang Tuhan mau kerjakan, dan mereka tetap menyembah Tuhan terhadap aapapun yang Tuhan kerjakan ( Daniel 3 : 17 – 18 )
Yesus di dalam pergumulanNya, bagaimana Dia menyerahkan kehendak Allah yang terjadi ( Matius 26 : 39 )
Manusia seingkali menunjukkan apa yang telah dikerjakan kepada Tuhan, dan itu dibuat senjata untulk menuntuk Tuhan melakukan apa yang dia inginkan, manusia sering dengan segala cara memaksa Tuhan untuk melakulkan apa yang dikehendakinya.
Kita perlu datang kepada Tuhan dengan penuh kerendahan hati dan percaya bahwa Tuhan pasti akan mengerjakan yang terbaik dalam hidupnya.
21 FEBRUARI 10
HIDUP BERFOKUS PADA YESUS -- Ibrani 3:1-6 -- Ps H
HIDUP BERFOKUS KEPADA YESUS
Ibrani 3 : 1 – 6
Sebagai orang percaya, penting bagi kita untuk memperhatikan bagaimana membangun kehidupan berdasarkan iman yang kita miliki di dalam Kristus. Maka adalah penting untuk kita memperhatikan peringatan-peringatan dan nasehat yang tercatat dalam Alkitab , sehingga kita dapat menjalani kehidupan kekristenan kita seperti yang Tuhan kehendaki dan mengalami kwalitas kehidupan yang Tuhan berikan, yaitu bahwa Dia datang untuk kita memiliki hidup dan hidup di dalam kelimpahan
Kata “SEBAB ITU" menunjukkan bahwa apa yang akan dinyatakan berkaitan dengan pernyataan sebelumnya, dimana pasal sebelumnya kita menjelaskan akan karya Yesus di atas kayu salib, yang menguduskan kita dan membawa kita menerima bagian dalam panggilan surgawai
Bagaimana bentuk-bentuk kehidupan yang berfokus kepada Kristus Yesus ?
1. Meneladani Yesus Kristus. Ay 1 - 2
Memfokuskan hidup kita pada Kristus berarti kita memandang dan memperhatiakan dengan suatu tujuan untuk meneladani apa yang dikatakan dan dilakukan Yesus
Dikatakan pandanglah Rasul dan imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus.
Rasul dalam bahasa Yunaninya dipakai kata “Apostolos” yang mempunyai arti “utusan”. Maka dengan demikian Yesus adalah utusan Allah, dan Dia telah setia sampai akhirnya untuk melakukan kehendak BapaNya ( Ay 2 a )
Sebagai Imam Besar, Yesus telah memberikan diriNya sebagai korban penebus dosa bagi dosa manusia
Kita juga utusan Allah ( Yoh 20 : 21 ) dan seorang imam ( I Petrus 2 : 9 )
Ketika kita meneladani Kristus, maka kita akan mengerjakan hal-hal berikut :
· Dengan kesetiaan memberitakan Injil Yesus Kristus
· Dengan kesetiaan melayani orang-orang yang membutuhkan sehingga kita menjadi berkat bagi orang lain
· Dengan kesetiaan menampilkan cara hidup yang penuh kasih kepada orang lain
· Senantiasa hidup di dalam kekudusan
· Mempersembahkan “persembahan rohani kepada Allah” melalui ketaatan kita, penyembahan kita, pelayanan kita, dan persembahan seluruh hidup kita sebagai persembahan yang tak bercacat
· Senantiasa berdoa syafaat
2. Meninggikan Yesus lebih dari segalanya. Ay 3 – 6a
Hidup Berfokus pada Yesus berarti juga menempatkan Yesus lebih tinggi dari apapun dalam hidup kita
Di dunia ini banyak hal-hal yang seringkali dapat menggeser fokus orang percaya, dimana tidak lagi kepada Yesus tetapi kepada hal-hal yang ditawarkan oleh orang dunia, apakah itu kekayaan, jabatan, karier, keluarga, atau hoby.
Bagi bangsa Israel, Musa adalah seorang pribadi yang sangat besar pengaruhnya dan yang sangat dihormati karena apa yang dikerjakan terhadap bangsa Israel, bagaimana Musa rela meninggalkan kemewahan istana Fir’aun demi Israel, Musa menerima hukum Taurat dari Tuhan dan bagaimana melalui tangan Musa, Tuhan mengerjakan banyak mujizat untuk bangsa Israel. Maka penulis ini memandang penting untuk menjelaskan keunggulan dari Yang telah dikerjakan Yesus terhadap apa yang dikerjakan Musa, supaya orang percaya Ibrani ini meninggikan Yesus lebih daripada Musa.
Maka dalam kehidupan kita orang percaya, penting untuk sungguh-sungguh menyadari keunggulan dari apa yang telah dikerjakan Yesus buat kita melalui kematianNya di atas kayu salib, bahwa Dia telah menguduskan kita dan membuat kita menerima bagian dari panggilan surgawi. Tidaka ada siapapun atau apapun yang dapat mengerjakan semua itu selain Yesus.
Kalau kita mengenal dengan sungguh-sungguh apa yang telah dikerjakan Yesus dalam hidup kita, maka kita akan hidup dengan menjadikan Yesus lebih utama dari apapun juga. ( Mat 6 : 33 )
3. Hidup sebagai rumah Allah. Ay 6 b
Kita adalah rumah Allah, karena Roh Allah tinggal di dalam kehidupan kita sejak kita percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat kita ( I Kor 3 : 1 )
Dalam ayat 6 ini dikatakan : Dan rumahNya adalah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan
Siapakah orang yang teguh berpegang pada kepercayaandan pengharapannya kepada Yesus sampai pada akhirnya? Jawabannya adalah orang yang lahir baru
Seorang yang lahir baru, tidak akan pernah melepaskan kepercayaan dan pengharapannya kepada Yesus. Walalupun Seorang yang telah lahir baru, bisa jatuh dalam dosa atau berbalik untuk mengecap kecemaran dunia, namun Roh Kudus tidak pernah meninggalkan dia sendirian, tetapi dengan berbagai cara, Roh Kudus akan menariknya kembali untuk memperbaharui pertobatan, iman dan penyerahan, sehingga mereka menjadi orang yang senantiasa tetap teguh berpegang pada Yesus ( Yoh 10 : 28 – 29 )
Hidup sebagai rumah Allah berarti :
· Kita Menyadari bahwa Allah pemiliki atas hidup kita sehingga kita akan membiarkan Allah berkuasa atas kehidupan kita dan menata kehidupan kita seturut dengan kehendakNya sehingga kita menjadi rumah yang baik dan sempurna
· Berarti juga kita harus menjaga kekudusan dan kesucian rumah Allah ini, karena Allah kudus
· Juga kita mengggunakan rumah Allah ini untuk keuntungan Allah.
14 FEBRUARI 10
MENGASIHI ALLAH -- Matius 22:34-40 -- Jim
MENGASIHI ALLAH
Matius 22 : 34-40
INTRO
- Di hari Valentine ini kita merayakan suatu hari yang disebut hari kasih sayang. Sebenarnya hanya ada satu hal saja yang perlu kita sadari melalui satu perayaan hari kasih sayang ini, yaitu bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa apa yang disebut CINTA.
- Hal ini tentu bukan berarti bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa menikah. Bukan juga berarti bahwa anda tidak bisa merayakan valentine bila tidak memiliki pasangan.
- Karena sebenarnya ALLAH itu KASIH
1 Yoh 4:16
Jadi sebenarnya kita tidak bisa hidup tanpa Kasih dan untuk merayakan hari kasih sayang ini yang saudara perlukan adalah tinggal di dalam kasih Allah karena Allah di dalam saudara dan saudara di dalam Allah. Hanya dalam kondisi inilah saudara bisa mengasihi setiap orang.
- Dan inilah sebabnya mengapa perintah mengasihi Allah ini sebagai perintah yang utama. Hal ini sejak awal mula dinyatakan kepada orang Israel sebagai hukum yang utama (Ulangan 6).
- Mengapa hukum ini baru dinyatakan pada jaman Israel? Karena pada waktu Adam diciptakan, tidak ada dosa dan Kasih kepada Allah memenuhi hati Adam sehingga dia mampu mengasihi semua makhluk sampai ketika dia menodai kasih kepada Allah dengan melanggar perintah-Nya, maka dia tidak mampu lagi bahkan mengasihi isterinya sendiri. Oleh sebab itulah hukum Mengasihi Allah dinyatakan lagi kepada bangsa Israel, yaitu kepada bangsa yang ditebus oleh Allah. Artinya apa? Hanya orang-orang yang telah ditebus saja yang menerima hukum ini sebagai hukum yang utama karena tanpa penebusan Allah manusia tidak mampu mengenal Allah dan dengan demikian tidak dapat mengasihi Allah.
- Mengasihi Allah tentu berbeda dengan Percaya kepada Allah.
Mengasihi Allah dikatakan sebagai Hukum yang utama. Bila kita berbicara tentang hukum Allah, maka ini berbicara tentang pengudusan. Bila kita belajar tentang kitab Imamat, kita akan mengetahui bahwa ketika Allah menguduskan bangsa Israel, Dia memberikan berbagai hukum & perintah agar bangsa Israel tinggal di dalam hukum tersebut. Dengan jalan demikian mereka dikuduskan bagi Allah. Bicara tentang pengudusan, maka ini tentang suatu proses yang perlu senantiasa kita bangun dan menjadi pola / gaya hidup kita sehari-hari. Oleh sebab itu di dalam perintah ini diberikan suatu standar yaitu mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi. Artinya mengasihi Allah adalah suatu proses sampai seluruh hidup kita betul-betul hanya untuk mengasihi Allah.
- Tetapi bicara tentang percaya. Maka ini adalah suatu tindakan Iman yang sekali saja kita lakukan untuk memperoleh keselamatan. Tidak ada hukum percaya, yang ada adalah percaya kepada Yesus dan kita akan diselamatkan. Jadi, keselamatan kita peroleh karena percaya, bukan karena mengasihi Allah dengan segenap hati.
- Namun, tentu saja kita tidak hanya dipanggil untuk percaya, namun kita juga dipanggil untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, serta akal budi kita. Dan karena hukum ini adalah yang utama dan pertama yang kepadanya seluruh hukum taurat dan kitab para nabi bergantung, maka hal ini berarti bahwa akan percuma saja kita melakukan perintah-perintah Allah tanpa berdasar pada kasih kepada Allah.
Mari kita baca Wahyu 2:1-5.
Selain itu juga di dalam Matius 19:16-22.
- Sebaliknya jika kita tinggal di dalam hukum ini, maka hidup kita akan disempurnakan secara luar biasa dimana kita mengalami kualitas hidup yang seperti Yesus miliki dan seluruh janji Tuhan menjadi milik kita :
o Mahkota kehidupan
Yak 1:12
o Berkat Allah
Roma 8:28
o Kelimpahan hidup
1 Kor 2:9-10
o Penyertaan Allah
Yoh 14:23
o Berbagai janji dalam kitab wahyu yang begitu luarrr biasa.
- Bagaimana kita dapat menumbuhkan kasih kita kepada Allah?
- BERGAUL KARIB DENGAN ALLAH
Mengasihi Tuhan membutuhkan proses untuk mengenal Dia dan bergaul dengan Dia.
Seperti kata pepatah : Tak Kenal maka Tak sayang. Maka sebenarnya hal yang sama terjadi ketika kita ingin mengasihi Allah, itu tidak terjadi dalam waktu sekejab, namun seiring dengan kita bergaul dengan Dia makin tumbuh rasa cinta / kasih di dalam hati kita.
Allah menciptakan kita serupa dengan gambar-Nya, artinya bahwa kita ini mempu menjadi sahabat Allah.
Bila kita belajar Alkitab, kita akan mengerti bahwa sejak Allah menciptakan Adam, Allah mencari sahabat-sahabat bagi diri-Nya.
Kita melihat ada beberapa nama yang disebut sahabat Allah seperti Henokh, Abraham, Musa, Daud, dan juga murid-murid pada jaman Yesus.
Meskipun kita melihat disini bahwa jumlahnya tidak terlalu banyak dan nampaknya Allah memiliki standar yang begitu luar biasa untuk bisa bergaul dengan Dia, namun sebenarnya Allah mencari sahabat-sahabat.
Yoh 15:15-16
Orang yang bergaul / hidup intim dengan Tuhan pasti memiliki ciri :
1.1 Memiliki rasa rindu, haus & lapar akan Dia.
Seperti Daud menuliskan mazmurnya dalam
Mazmur 63:1-2
Mazmur 42:1-2
1.2 Memiliki hati yang menyembah Tuhan
Yaitu hati yang mengakui bahwa apapun yang Allah lakukan adalah yang terbaik dan mulia.
Seperti Maria di dalam Yohanes 11:20-27 vs 32-34
1.3 Hidup takut akan Tuhan
Mazmur 25:14
Berbicara mengenai hati yang RELA untuk dibentuk & bertobat.
- MEMBERI KEPADA TUHAN
Memberi merupakan sebuah tindakan yang membuat kita makin mengasihi seseorang yang kita kasihi.
Seperti kata pepatah : Kita bisa memberi tanpa mengasihi, tapi kita tidak dapat mengasihi tanpa memberi.
Bila kita tidak bertunbuh di dalam memberi, maka sebenarnya kita juga tidak bertumbuh dalam mengasihi Allah.
Bagaimana kita dapat memberi kepada Tuhan?
2.1 Memberi bagi Pekerjaan Tuhan melalui Gereja-Nya
1 Taw 29:3,14
Berbeda dengan perpuluhan – itu adalah hak Tuhan.
2.2 Memberi bagi kebutuhan saudara-saudara seiman
Matius 25:40
2.3 Memberi waktu, tenaga, pikiran kita untuk melayani Dia
1 Petrus 2:5
- MEMBERITAKAN KEMURAHAN SERTA KASIH TUHAN
Memberitakan Injil dan kesaksian kita akan menumbuhkan kasih kita kepada Allah.
Di dalam Mazmur Daud kita bisa menemukan begitu banyak kalimat kerinduan Daud untuk menceritakan kemurahan & perbuatan-Nya yang ajaib dalam hidupnya.
Mazmur 9:2
Ketika kita mengasihi Allah, maka kita akan mendengarkan isi hati Tuhan.
Apakah isi hati Tuhan? 2 Petrus 3:9
Oleh karena itu, Yesus mengutus kita untuk menyatakan perbuatan Allah dalam hidup kita : 1 Petrus 2:9
Mari kita memberikan kontribusi bagi Amanat Agung Allah karena apa pun yang bisa kita tabur, Allah lah yang memberi pertumbuhan.
7 FEBRUARI 10
ALASAN ALLAH BERINKARNASI MENJADI MANUSIA -- Ibrani 2:14-18 -- Ps H
ALASAN ALLAH BERINKARNASI MENJADI MANUSIA
Ibrani 2 : 14 – 18
“MUJIJAT INKARNASI” merupakan jawaban atas pertanyaan bagaimana Dia yang adalah Allah sejati, juga manusia sejati ( Filipi 2 : 6 – 7 )
Penjelamaan atau inkarnasi Allah menjadi manusia bukanlah tujuan, tetapi suatu sarana untuk mencapai tujuan
Tujuan apa yang hendak dicapai dalam inkarnasi Allah ???
1. Untuk Allah menyatakan diri kepada manusia. Ay 14 a,
Kejatuhan manusia di dalam dosa membuat hubungan manusia dengan Allah terjadi dsharmoni, sehingga manusia tidak dapat mengenal Allah dengan sesungguhnya seperti Adam sebelum jatuh dosa. Namun Allah mengasihi manusia, dan Dia ingin manusia mengenal diriNya, dan untuk itu Dia harus menjadi sama dengan manusia ( ay 12 – 14 )
Yesus adalah pernyataan Diri Allah secara khusus kepada manusia ( Yoh 1: 8 – 9 ).
Allah selalu sanggup melakukan apa yang menjadi kehendakNya, termasuk Dia menajdi manusia
2. Untuk memusnahkan pekerjaan dan kuasa iblis. Ay 14 b
Pekerjaan iblis adalah membawa manusia di dalam kesesatan dan kebinasaan, seperti yang dikerjakan kepada manusia pertama (Yoh 10 : 10 a) Untuk memusnahkan kuasa iblis, maka Dia harus mati dan turun ke jurang maut, karena iblis harus dikalahkan di area di mana dia berkuasa. Maka untuk dapat mengalami kematian, Allah harus menjadi manusia, karena Allah tidak bisa mati (I Yoh 3 : 8b)
Yesus telah mati dan turun ke jurang maut untuk memerangi kuasa iblis. Dan Yesus telah menang atas kuasa iblis, yang dibuktikan dengan kebangkitanNya (Roma 10 : 7 ). Maka setiap orang yang percaya kepada Yesus, telah mengalami kemenangan atas kuasa dan pekerjaan iblis
o Kita bisa tidak berbuat dosa ( 1 Yoh 3 :
o Kita menjadi orang-orang yang merdeka, lepas dari cengkeraman iblis yang membelenggu kita, yang memberi ketakutan dan kekwatiran
o Kita dapat menang atas intimidasi iblis yang menyesatkan kita dan menjauhkan kita dari Allah
3. Untuk membebaskan manusia dari ketakutan terhadap maut. Ay 15-16
Sepanjang massa manusia ada di dalam ketakutan terhadap hukuman dan murka Allah yang akan diterimanya, sehingga mereka mencari jalan dan cara untuk menyelesaikan dosa yang membawa pada penghukuman. Maka muncullah banyak agama dan berbagai macam kepercayaan
Namun di dalam melakukan semuanya itu, kita melihat manusia tidak bisa lepas dari ketakutan terhadap bayang-bayang maut, karena memang tidak ada seorangpun yang dapat melepaskan diri dari maut
Karena kasihNya, Allah turun tangan menyelesaikan masalah yang mencengkeraman manusia tersebut, dengan berinkarnasi menjadi manusia dan menanggung seluruh hukuman dosa manusia ( I Pet 2 : 24 )
Dengan demikian melalui penebusan dosa yang dikerjakan Yesus, manusia dilepaskan dari maut ( Roma 8 : 1 – 2 )
4. Untuk menjadi Imam Besar. Ay 17 – 18
Imam adalah seorang yang mewakili manusia di hadapan Allah, terutama dalam mempersembahkan korban-korban, baik korban penebus dosa maupun korban lainnya. Maka untuk menjadi imam bagi manusia, Allah harus berinkarnasi menjadi manusia
Yesus telah membawa korban persembahan untuk penebusan dosa manusia di hadapan Allah, sehingga melalui Yesus, manusia diperdamaikan dengan Allah
Bukan dengan darah domba jantan Yesus mempersembahkan korban, tetapi dengan darahNya sendiri. Dan ini merupakan persembahan yang sempurna dan tidak bercacat, sehingga tidak perlu lagi dipersembahkan korban yang lain untuk penebusan manusia ( Ibrani 9 : 11 – 14 )
Yesus telah ditentukan menjadi jalan perdamaian manusia dengan Allah sekali untuk selamanya, sehingga manusia mendapat jalan masuk kepada Allah ( Roma 3 : 25 )
Dan Yesus adalah imam besar yang penuh rasa simpati, karena sebagai manusia, Dia dapat merasakan pencobaan dan penderitaan yang dialami oleh manusia, sehingga Dia senantiasa berdoa syafaat untuk kita.
31 JANUARI 10
WHO IS JESUS -- Ibrani 2:5-14 -- Ps H
WHO IS ESUS
Ibrani 2 : 5 – 14
Ada banyak orang yang tidak mengerti tentang siapakah Yesus sesungguhnya, namun banyak diantara mereka juga tidak mau tahu dan mereka bereaksi terhadap Yesus menurut pengertian mereka sendiri, seperti yang dilakukan oleh orang-orang Farisi (Matius 22 : 41 – 46 ; Matius 27 : 20 – 23 )
Alkitab dengan jelas menunjukkan fakta bahwa Yesus adalah 100 % Allah dan 100 % manusia. Penting bagi setiap orang mengerti akan keberadaan Yesus yang unik ini, terutama kita orang yang mengaku percaya kepada Yesus. Dengan demikian kita akan bersikap secara benar terhadap Yesus dan tahu akan panggilan Allah di dalam hidup kita serta dapat memberitakan Injil Yesus Kristus yang menyelamatkan manusia.
Bagaiman Yesus memiliki 2 sifat di dalam waktu sama? Jawabannya adalah MUJJAT DARI INKARNASI ( Roma 11: 33 – 35 ). Dan Inilah satu-satu jalan yang dibuat oleh Allah untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa
Melalui pembacaan kitab Ibrani 2 pagi hari ini, kita akan melihat fakta-fakta yang menunjukkan bahwa Yesus adalah 100 % Allah dan 100 % manusia
1. Ciri yang menunjukkan ke-ilahian kRISTUS
1.1. Kristus adalah penguasa tertinggi. Ay 5 - 9
Perkataan bahwa Segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kakiNYa menunjukkan bahwa Yesus adalah penguasa tertinggi. Yesus memiliki otoritas dan supremasi yang tertinggi. Memang pada masa ini, ditengah dunia yang berdosa, dimana iblis masih berkuasa atas dunia ini, kita belum melihat bahwa segala sesuatu takluk kepada Yesus Kristus, namun demikian Yesus sudah dimahkotai kemuliaan dan kehormatan, setelah Dia untuk sementara waktu menjadi lebih rendah daripada malaikat dan mengalami penderitaan maut. Dan pada saatnya nanti, Dia akan menegakkan KerajaanNya, dan semua akan mengakui bahwa Yesus adalah Korius dan takluk pada otoritasNya, tidak hanya orang percaya dan malaikat saja, tetapi orang tidak percaya dan iblis pun pada saatnya tunduk kepada Kristus dan penghakimanNya ( Filipi 2 : 10 )
1.2. Kristus melakukan hal-hal yang hanya dapat dilakukan Allah. Ay 10 – 13
Melalui penderitaan dan kematianNya di atas kayu salib serta kebangkitanNya, Dia mengerjakan segala kuasa yang hanya dimiliki oleh Allah sebagai pribadi yang sempurna, pribadi yang penuh kuasa, dan pribadi yang mulia
Apa yang dikerjakan Yesus, yang menunjukkan keilahian-Nya ?
a. Yesus membawa manusia kepada kemuliaan ( ay 10 b )
Hanya Allah yang memiliki kemuliaan yang dapat membawa manusia kepada kemuliaan
b. Yesus membawa manusia pada keselamatanan ( ay 10 c )
Tidak ada seorangpun yang dapat berkuasa mengampuni dosa dan memberi keselamatan, selain pribadi yang sempurna, yaitu Allah sendiri. Dan hal itulah yang dilakukan Yesus ( Mat 9 : 2 – 6 )
c. Yesus membawa manusia pada pengudusan
Hanya pribadi yang kudus yang dapat memberi pengudusan, dan itu adalah Allah sendiri. Pengudusan yang dikerjakan terhadap manusia adalah sempurna seperti Allah sendiri yang kudus, sehingga Dia tidak malu untuk menyebut kita sebagai saudara. ( I Kor 1 : 30 )
Ketiga hal yang dikerjakan Yesus itu menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah sendiri.
Kata “Menyempurnakan Yesus” ini berbicara tentang penyempurnaan akan perananNya, bahwa untuk menyelamatkan manusia, Dia harus menanggung dosa manusia itu di dalam diriNya, dan untuk itu Dia harus mengalami penderitaan dan mati secara terkutuk, bukan menyempurnakan secara moral atau rohani.
2. Ciri yang menunjukkan ke-manusiaan Yesus. Ay 14
Allah telah berinkarnasi menjadi manusia, di dalam diri Yesus, sehingga selain Yesus adalah Allah sejati, Dia juga manusia sejati
Apa yang menjadi ciri kemanusiaan Yesus ?
2.1. Memiliki tubuh manusia
Benih Kristus yang bersifat adikodrati itu, dilahirkan dengan tubuh manusia, yang memiliki unsur daging, darah dan tulang dan juga memiliki anggota tubuh manusia, seperti tangan dan kaki yang dipaku, kepala yang dipasang mahkota duri, lambung yang ditusuk, dlsb. Di samping itu Yesus tumbuh dan berkembang ( Lukas 2 :52).
2.2. Mengalami apa yang dirasakan oleh manusia
Alkitab mencatat apa yang ditampilkan Yesus, yang menunjukkan bahwa Dia adalah manusia sejati
a. Yesus dibatasi oleh ruang dan waktu
Di dalam kemanusiaan Yesus, Dia tidak maha hadir, Dia tidak maha kuasa, Dia tidak maha tahu ( Filipi 2 : 6 - 8 ).Yesus berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan suatu perjalanan, Yesus juga tidak tahu kapan hari kiamat akan datang
b. Yesus memiliki kelemahan yang tidak berdosa, yaitu merasa lapar (Mat 4 : 2), merasa haus ( Yoh 19 : 28 ), letih ( Mat 4 : 6 ), menangis ( Yoh 11 : 35 ), mengalami ujian dan pencobaan ( Ibr 4 : 15 )
c. Yesus mengalami kematian
24 JANUARI 10
BERKIBLAT PADA YESUS -- Ibrani 2:1-4 -- Ps H
BERKIBLAT PADA INJIL ALLAH
Ibrani 2 : 1 – 4
Kata “karena itu” dalam permulaan pasal ini menunjuk kepada apa yang telah diuraikan dalam bagian sebelumnya, yaitu karena Yesus adalah perantara Sabda Allah, yang lebih unggul dari para nabi dan malaikat, karena Yesus Anak Allah dan Raja diatas segala Raja, karena Yesus adalah satu-satunya perantara yang dapat memberi kita penebusan dosa, keselamatan dan hidup kekal. Dimana penulis ingin memperingatkan orang percaya Yahudi dan setiap orang percaya untuk memperhatikan dengan seksama dan teliti akan perkara tersebut, yang disebut sebagai berita Injil
Dalam pembacaan Ibrani 2 : 1 – 4 ini, ada beberapa point yang dapat kita lihat sebagai akibat ketika orang percaya menjadikan Injil Yesus kristus menjadi kiblat dalam hidupnya, yaitu :
1. Tidak terbawa arus. Ay 1
“ Hanyut terbawa arus” berarti menunjuk pada suatu perjalanan yang gagal mendarat pada tempat dan tujuan yang semestinya. Hal ini dapat menjadi gambaran bagi banyak kehidupan orang percaya di tengah-tengah dunia, dimana mereka tidak mencapai dan mendarat pada tujuan yang telah ditetapkan dalam panggilannya, karena mereka terbawa arus dunia yang menarik bagi mata, yang memberi kenyamanan bagi daging, dan memberi kepuasan bagi perasaan
Pada saat surat ini ditulis, orang-orang percaya di Ibrani sedang mengalami penolakan dan penganiayaan karena imannya kepada Kristus. Kalau mereka tidak berkiblat pada Injil Allah, maka mereka akan terbawa arus untuk ikut melakukan hal-hal yang memberi kenyamanan, yaitu meninggalkan komitmen mereka kepada Yesus
Hal ini menjadi peringatan bagi kita juga, bagaimana kita harus senantiasa berkiblat pada Injil Yesus Kristus yang telah kita terima, sehingga kita menjadi orang yang Walaupun berada di tengah-tengah arus dunia, Tetapi kita tidak hanyut di dalam arus tersebut , kita tetap menjadi orang yang tetap berdiri teguh dan tidak goyah melangkah kepada tujuan Allah yang telah memanggil kita di dalam Yesus Kristus (2 Tes 2 : 15 )
2. Bersyukur akan anugerah keselamtan Allah. Ay 2 – 3a
Sebagaimana manusia berdosa, kita tidak akan luput dari hukuman maut karena dosa kita, tanpa anugerah keselamatan yang diberikan Allah pada kita ( Roma 6 : 23 ). Maka kalau manusia menyia-nyiakan keselamatan atau menolak anugerah keselamatan yang dierikan Tuhan, manusia akan menerima murka Allah dan kebinasaan.
Namun Puji Tuhan, kita bukanlah orang-orang yang menolak atau menyia-nyiakan keselamatan . Kita bersyukur bahwa Kita adalah orang-orang yang telah menerima kasih karunia Allah, sehingga kita dapat mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat kita, dan kita diselamatkan
Banyak orang yang tidak dapat menerima dan menyia-nyiakan anugerah keselamatan yang Allah kerjakan di dalam Yesus, karena mereka memiliki pandangan yang salah terhadap penebusan dosa manusia melalui kematian Yesus di atas kayu salib, yaitu :
Pandangan Pertama : Keselamatan hanya melalui kematian Yesus di atas kayu salib adalah suatu tindakan Allah yang aneh, karena mereka berpikir bagaimana dosa yang merupakan tindak kekerasan manusia pada sesama dan pada Allah ditebus dan dieliminasi dengan tindakan kekerasan Allah terhadap Yesus, yaitu dengan mengharuskan Yesus menderita dan mati diatas kayu salib, apakah tindakan kekerasan dapat dihapus dengan tindakan kekerasan yang lain.
Jawaban atas pandangan tersebut adalah bahwa apa yang dialami oleh Yesus bukanlah ide Allah. Memang adalah ide Allah untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa dengan mengirimkan AnakNya yang tunggal, Yesus Kristus untuk turun ke dunia menanggung seluruh hukuman dosa manusia. Dan di dalam kemahatahuan Allah, Dia tahu bahwa Yesus akan ditolak dan dianiaya bahkan mati di atas kayu salib oleh orang-orang Yahudi. Dan semua itu, Tuhan ijinkan terjadi , namun Allah telah mengubah salib yang diperbuat manusia terhadap Yesus menjadi berkat keselamatan bagi manusia seperti yang telah direncanakanNya. Karena Keadilan Allah, maka dosa mendapat balasannya, namun karena kasih Allah, membuat hukuman yang harusnya ditanggung oleh manusia, ditimpakan kepada Yesus, AnakNya yang tunggal. Jadi ini bukanlah kekerasan dihapuskan dengan kekerasan, Tetapi ini adalah keadilan dan Allah dinyatakan Allah dalam kehidupan manusia
Sekilas gambaran : Ketika seseorang memiliki penyakit tumor, dan dokter harus mengambil tumor, maka dokter harus mengiris jaringan tubuh yang sehat . Bagi orang yang tidak tahu, pengirisan adalah tindakan kekerasa, tapi itu sebenarnya adalah tindakan yang harus dikerjakan untuk menyembuhkan bagian yang sakit
Pandangan Kedua : Teologi tentang penebusan dosa melalui penderitaan dan kematian Yesus di kayu salib telah melegitimasi dan mensakralisasi kekerasan, kekejaman dan kebiadaban orang-orang Yahudi dan pemerintahan Roma terhadap Yesus. Bukankah tidak ada kekerasan yang sakral sehingga kekerasan itu boleh dilakukan. Apakah Allah perlu kejahatan orang Yahudi untuk menyelamatkan manusia.
Jawaban atas pandangan tersebut adalah bahwa Allah tidak pernah menghendaki orang-orang untuk melakukan tindakan kejahatan terhadap Yesus, namun ketika orang-orang Yahudi menolak dan menaniaya Yesus, bahkan menyalibkan Yesus, Allah mengijinkan semua itu untuk dialami Yesus, dan Allah memakainya untuk menggenapi rencanaNya menyelamatkan manusia. Jadi Allah tidak melegitimasi kejahatan dan Dia tidak perlu kejahatan untuk melakukan rencanaNya, tetapi Dia sanggup menggenapi rencanaNya melalui apapun ( Lukas 22 : 22 dan Kejadian 50 : 20 )
Pandangan Ketiga : Kematian Kristus membawa pihak Yahudi disalahkan dan Dan dengan demikian tanpa disadari orang kristen membela anti semitisme atau anti Yahudi, dimana salah satu gerakannya adalah membunuh orang-orang Yahudi pada rezim Hitler, yang bertentangan dengan hukum kasih
Jawaban atas pandangan tersebut adalah Kita tidak memiliki sikap membenci orang-orang Yahudi yang telah menganiaya dan menyalibkan Yesus. Kita berdoa untuk semua orang -orang yang telah menolak Yesus supaya mereka boleh menerimanya sebagai Tuhan dan juruselamatnya, termasuk orang-orang Yahudi
Mengerti dan mengenal akan karya Kristus secara benar, akan membuat kita terperangah , betapa besar anugerah keselamatan Allah yang dikerjakan di dalam Yesus Kristus ini. Dan itu akan membawa kita menjadikan Yesus yang terutama di dalam hidup dan akan mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan Yesus
3. Tidak lalai memberitakan Injil. Ay 3b – 4
Ketika kita mengarahkan pandangan kita kepada Yesus dan apa yang telah dilakukan Yesus dalam hidup manusia melalui kematian dan kebangkitanNya, kita mengerti bahwa tidak ada seorangpun yang tidak memerlukan anugerah keselamatan Allah tersebut. Denagan demikian kita tidak lali untuk memberitakan Injil Yesus ini pada orang lain ( I Pet 2 : 9 ).
17 JANUARI 10
YESUS VS MALAIKAT -- Ibr 1:4-14 -- Ps H
YESUS VS MALAIKAT
Ibrani 1 : 4 – 14
Keunggulan Yesus tidak hanya diperbandingkan dengan nabi-nabi yang menjadi perantara pada zaman dulu, tetapi juga dengan malaikat. Hal ini menjadi penting, karena malaikat juga memiliki kedudukan tinggi dalam pekerjaan Allah, sehingga kalau tidak mengerti maka manusia bisa menyembah kepada malaikat.
Penulis Ibrani ini membandingkan antara malaikat dan Yesus dengan mengutip kitab Perjanjian Lama, di mana semua yang dinyatakan dalam kitab Perjanjaian Lama itu adalah menunjukk kepada Yesus
Bagaimanakah keunggulan Yesus terhadap malaikat ?
1. Kedudukan
1.1. Yesus adalah Anak Allah. Ay 5
Kata “Kuperanakkan” bukan berarti menunjukkan bahwa Allah beranak.
Istilah “Anak” memang merupakan ungkapan lahir atau keluar dari Allah, namun bukan kelahiran secara fisik, tetapi merupakan kelahiran Illahi. Dimana Allah yang adalah Roh menyatakan diri kepada manusia dengan FirmanNya, dan Firman Allah itu telah menjadi manusia ( Yoh 1 : 14 ), dan Firman itu adalah Allah ( Yoh 1 : 1 ), maka Yesus hakekatnya adalah Allah sendiri.
Jadi Yesus Anak Allah memberi arti bahwa Allah menyatakan diriNya kepada manusia lewat FirmanNya yaitu Yesus.
Di sini kita juga dapat melihat dengan jelas bahwa ke-tritunggal-an Allah merupakan konsep yang benar tentang Allah yang Esa. Allah selalu ada bersama-sama dengan FirmanNya (Yesus), dan Dia tentu selalu ada dengan RohNya
1.2. Malaikat adalah makluk Allah. Ay 6
Dalam Kitab Maz 148 : 1 – 5 menyatakan bahwa Keberadaan malaikat adalah diciptakan, sehingga mereka adalah makluk Allah dan mereka harus menyembah Allah, seperti hal ciptaan Allah yang lainnya
Memang Alkitab mencatat, dalam beberapa situasi di mana malaikat menerima sembah dan sujud dari hambaNYa dan tidak menolaknya, misal dalam Yosua 5 : 14 : ketika malaikat Tuhan itu tampak di hadapan Yosua, Yosua tersungkur dan menyembahNya. Namun hal tersebut tidak berarti ada malaikat yang layak disembah. Dia menerima sujud dan sembah karena Dia adalah Allah sendiri yang menampakkan diri kepada hambaNya (Kristofanni) .Kalau malaikat itu bukan Allah, maka malaikat itu akan menolak sembah ( Wahyu 22 : 8 – 9 )
2. Pekerjaan
2.1. Yesus memerintah sebagai Raja diatas segala Raja. Ay 8 – 9, 11
Kata “Tahta dan Tongkat Kerajaan”, ini menunjukkkan bahwa Dia adalah Raja dan Dia memiliki komando sebagai Raja, yaitu memerintah.
Yesus adalah Raja segala Raja, maka semua dan segala sesuatau, tanpa terkecuali, harus tunduk dan taat kepada perintahNya untuk selamanya dan seterusnya
2.2. Malaikat sebagai pelayan. Ay 7, 14
Malaikat dalam bahasa Ibraninya adalah “Malak”, dimana kata ini memiliki arti dasar “ia yang diutus” atau “utusan”, yang berarti adalah bertindak dan berbicara atas suatu perintah, yaitu perintah dari Allah, karena malaikat diciptakan Allah
Atas perintah Allah, Malaikat melayani hamba-hamba Allah, orang-orang kudus Allah ( Ay 14 )
Sebagai utusan Allah untuk melayani manusia, keberadan dia ada di tengah-tengah antara Allah dan manusia, namun malaikat bukanlah perantara. Hanya ada satu perantara antara Allah dan manusia yaitu Yesus, sang Firman yang telah menjadi manusia, lahir dari anak Dara Maria, sebagai keturunan Daud
3. KeberadaanNya
3.1. Yesus Alfa dan omega. Ay 10 – 12
Yesus tidak diciptakan, namun Dia ada bersama-sama dengan Allah dari awalnya, karena Dia adalah Sang Firman, yang telah menjadi manusia
Keberadaan Yesus sebagai Sang Firman, telah ada sejak dari awalnya, dan akan ada sampai selama-lamanya, maka disebut Alpha dan Omega, yang awal dan yang akhir ( Wahyu 22 : 13 )
3.2. Malaikat diciptakan. Ay 10
Malikat adalah salah satu makluk yang diciptakan oleh Allah di dalam Yesus untuk kehendakNya ( Kolose 1 : 16 ), dan mereka diciptakan sebelum penciptaan dunia ( Ayub 38 : 7 ).
Dan sebagai makluk ciptaan Allah, mereka tidak layak disembah, walaupun mereka diciptakan lebih tinggi dari manusia. Hanya Allah di dalam Yesus Kristullah yang layak kita sembah, karena Dia adalah Raja dan Sang pencipta kita.
10 JANUARI 10
SEKALI YESUS TETAP YESUS -- Ibrani 1:1-4 -- Ps H
SEKALI YESUS TETAP YESUS
Ibrani 1 : 1 – 4
Dalm kitab Ibrani tidak jelas menyebut siapa penulisnya, namun kita harus percaya tulisan ini telah diwahyukan kepada seseorang, sebagai Firman Allah. Dan kalau kita mempelajari isi surat ibrani ini, kita dapat melihat bahwa surat ini ditujukan kepada sekelompok orang-orang kristen Yahudi, yang pada saat itu mengalami penganiayaan dan tekanan dan menyebabkan beberapa orang mulai undur rohani. Dan dalam hal ini penulis ingin meneguhkan mereka untuk tetap memiliki iman kepada Kristus dan mendorong mereka untuk mengalami kedewasaan di dalam Kristus.
Dalam sejarah perjalanan orang percaya, banyak orang yang mengalami tekanan dan penganiayaan karena nama Yesus, maka surat ibrani ini juga ditujukan bagi setiap orang percaya.
Kitab Ibrani membawa kita untuk melihat tentang pribadi Yesus, dan ini merupakan kristologi yang begitu lengkap dan padat, yang akan membawa kita pada pengenalan akan Yesus Kristus dan akan membuat kita untuk berkata : Sekali Yesus Tetap Yesus
1. Yesus adalah pengantara kita kepada Allah. Ay 1
Ada 2 kondisi yang dikontraskan di sini, yaitu zaman dahulu dan zaman akhir, dimana dalam ke dua zaman tersebut, Allah telah berbicara kepada manusia, yang menunjukkan akan betapa berharganya manusia di hadapan Allah, dan Allah ingin berperkara dengan manusia.
Pada zaman dahulu Allah telah Berulangkali dan dengan berbagai cara berbicara kepada nenek moyang melalui para nabi. Dan pada puncaknya yaitu pada zaman akhir ini adalah Allah berbicara kepada manusia melalui Yesus. Di dalam Yesus pernyataan Allah kepada manusia telah sempurna. Setelah itu tidak ada perantara lain lagi yang dipakai Allah untuk menyatakan diri dan berbicara kepada manusia. Yesus adalah satu-satunya jalan atau perantara yang ditetapkan Allah bagi manusia ( Yoh 14 : 6 )
Yesus merupakan penggenapan rencana Allah untuk menyelamatkan manusia, seperti yang dinyatakan lewat para nabi.
Dengan karya Yesus di atas kayu salib, maka Yesus menjadi perantara kita untuk selama-lamanya
o Pengantara bagi kita untuk menerima pengampunan dosa dan keselamatan kekal
o Pengantara bagi kita untuk kita datang dan bersekutu dengan Allah
o Pengantara bagi kita untuk menerima berkat-berkat Allah
2. Yesus adalah yang terunggul dan termulai. Ay 2 - 4
Yesus yang ditetapkan Allah sebagai perantara bagi kita adalah pribadi yang terunggul dan termulia dari perantara-perantara sebelumnya. Dalam Ibrani ini, ungkapan “lebih baik” dipakai 13 kali. Dimana kata “lebih baik “itu dipakai untuk mengkontraskan antara perjanjian lama dengan perjanjian baru yang Allah kerjakan di dalam Yesus Kristus
Bagaimana keunggulan Yesus Kristus, sebagai perjanjian baru??
2.1. Yesus adalah pewaris segala sesuatu
Ini berarti bahwa Yesus berhak menerima segala sesuatu, termasuk dunia yang akan datang. Di dalam Yesus, kita memiliki kuasa untuk menjadi anak-anak Allah sehingga membawa kita juga menjadi ahli waris kerajaan Allah bersama-sama dengan Kristus ( Roma 8 : 17 )
2.2. Yesus adalah pencipta segala sesuatu
Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada satupun yang tercipta tanpa Dia, maka dengan demikian Yesus adalah Allah sang pencipa
2.3. Yesus adalah cahaya kemuliaan & gambar wujud Allah
Yesus adalah pancaran cahaya kemuliaan Allah yang menjamah manusia dan juga merupakan perwujudan dari diri Allah yang sempurna ( Kolose 1 : 15 ). Maka untuk kita mengenal Allah, kita mengenal Yesus dan untuk percaya kepada Allah, kita harus percaya kepada Yesus ( Yoh 14 : 9 )
2.4. Yesus adalah penopang segala yang ada dengan FirmanNya yang penuh kuasa
Ini menunjukkan sekali lagi ke –Allah-an Yesus Kristus, bahwa apa yang menjadi Firman Allah adalah Firman Yesus. Dan Dia yang telah menciptakan segala sesuatu dengan FirmanNya, dan dengan FirmanNya juga, Dia menopang segala sesuatu yang ada. Menopang berarti menentukan, mengerjakan dan mengatur segala yang ada seturut dengan kehendak dan sasaran yang Dia telah tentukan.
2.5. Yesus adalah penebus dosa
Kematian Yesus di atas kayu salib adalah korban yang dipersembahkan untuk menyucikan dosa umat manusia. Dan Yesus adalah korban yang sempurna. Dia menyucikan sekali untuk selamanya ( Ibrani 7 : 25 – 27 ).
2.6. Yesus adalah Raja
Dikatakan : Ia duduk di sebelakan kanan Allah. Posisi ini menunjukkkan kuasa yang diterimaNya dari Allah Bapa, yang merupakan pe-mulia-an dan ke-agung-an Kristus.
Setelah Dia merendahkan diri, taat dan mati di atas kayu salib bagi dosa manusia, Yesus ditinggikan sebagai Raja, supaya setiap orang sujud menyembah Dia ( Filipi 2 : 8 – 10 )
2.7. Yesus lebih tinggi dari malaikat
Yesus tidak hanya dikontraskan dengan pengantara-pengantara yang mendahuluinya, tetapi juga dikontraskan dengan malaikat, yang rupanya menjadi obyek ibadat pada waktu itu. Dan Yesus lebih tinggi dari malaikat
Tujuh hal tentang pribadi Yesus yang telah kita bahas menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada sesuatupun, baik nabi maupun malaikat yang memiliki kewenangan lebih besar dari pada Kristus. Yesus adalah lebih dari segalanya, maka sekali Yesus tetap Yesus
03 JANUARI 10
RAIH MIMPIMU -- Ps H
RAIH MIMPIMU
Pengkhotbah 11 : 1 – 8
Nabi Salom memberi gambaran sangat jelas bahwa kehidupan ini sebuah misteri, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan kita.
Namun demikian hal tersebut tidak dapat menjadi alasan untuk kita takut dan penuh kekwatiran menghadapi kehidupan ini dan menjadi truma untuk menyusun mimpi-mimpi atau plannng-planing ke depan untuk mencapai keberhasilan.
Iman-i bahwa tahun ini adalah tahun kemenangan buat kita, tahun panen raya, dan tahun sukacita kita
Melalui kitab Pengkhobah yang kita baca pada pagi hari ini, kita akan mengambil prinsip-prinsip bagaimana menjalani kehidupan ini untuk meraih mimpi-mimpi yang telah kita susun
1. Jangan takut rintangan. Ay 4
Dikatakan : siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur dan siapa yang senantiasa memperhatikan awan tidak akan menuai.
Melalui ayat ini kita dapat mengerti bahwa seorang yang memperhatikan dan berfokus pada masalah dan rintangan yang dihadapinya, maka mereka tidak akan melangkah apapun, karena mereka takut terhadap masalah dan rintangan, sehingga akhirnya mereka tidak mencapai keberhasilan dan meraih apa yang menjadi mimpinya.
Maka jangan takut terhadap rintangan adalah merupakan kunci untuk meraih keberhasilan terhadap mimpi-mimpi kita
Kehidupan ini adalah ladang yang harus kita kelola. Dan tentunya ada banyak masalah dan rintangan yang akan kita hadapi, dimana dari tahun ke tahun, kita tahu masalah yang muncul dalam kehidupan manusia semakin komplek. Namun jangan biarkan masalah dan rintangan mengintimidasi kita dan menghentikan langkah kita
Bagi Daud, Goliat yang besar adalah masalah yang dihadapi, tetapi dia tidak membiarkan masalah tersebut mengintimidasi dirinya, sehingga dia dengan gagah berani maju menghadapi masalah tersebut, dan Daud meraih kemenangan
Seorang Elia menjadi pesimis, karena membiarkan masalah yaitu izebel mengintimidasi hidupnya, begitu juga dengan Gideon ketika menghadapi Median
Tuhan menghendaki kita bangkit untuk menghadapi segala masalah dalam hidup kita dengan kuat kuasa Tuhan. Kita percaya bahwa Tuhan akan memberi kesanggupan, karena Tuhan menentukan kita sebagai orang yang lebih dari pemenang
( Roma 8 : 37 ).
2. Konsisten Berjalan bersama Tuhan. Ay 5
Kita memiliki mimpi untuk hidup di dalam keberhasilan, kelimpahan dan penuh sukacita. Dan itulah sebetulnya rancangan yang Allah sediakan buat kita ( Yeremia 29 : 11 )
Tuhan ingin menggenapi apa yang menjadi rancanganNya itu, namun seringkali langkah-langkah bertolak belakang dengan apa yang kita pikirkan dan kita tidak mengerti apa yang sedang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita ( Roma 11 : 33 )
Namun kita harus memandang bahwa Allah adalah Allah yang baik, bahwa Allah adalah Allah yang mengasihi kita, sehingga apapun yang Tuhan ijinkan terjadi, kita harus percaya bahwa Dia sedang membawa kita kepada rancanganNya yang sempurna buat kita
Maka ikutilah Tuhan dan berjalan bersama Tuhan, sehingga kita akan mengalami kehidupan yang penuh berkat, sukacita, dan kelimpahan.
Berjalan bersama Tuhan berarti dapat bersyukur untuk apapun yang Tuhan ijinkan terjadi, melangkah di dalam ketetapan-ketetapanNya, dan senantia hidup di dalam pengharapan kepada Tuhan
3. Bekerja dengan rajin. Ay 6
Ayat 6 di sini menjelaskan kepada kita untuk kita bekerja dengan giat dan rajin è è Tidak malas
Ini merupakan kunci yang yang perlu kita kerjakan untuk kita dapat meraih kehidupan yang kita mimpikan
Bekerja dengan rajin adalah prinsip kerajaan Allah. Tuhan Yesus bekerja dengan giat untuk dapat meraih mimpiNya, yaitu menyelesaikan kehendak BapaNya. Murid-murid Tuhan Yesus dan para rasul juga bekerja dengan giat untuk dapat melakukan apa yang menjadi Amanat Agung Tuhan Yesus
Alkitab memperingatkan kepada kita bahwa kalau kita malas, kita perlu belajar kepada semut, binatang yang sangat kecil dan lemah (Amsal 6 : 6)
27 DESEMBER 09
BLESSING IN DISGUISE (BERKAT YANG TERSEMBUNYI) -- Jim
Blessing in disguise (Berkat yang tersembunyi)
2 Kor 12 : 1-10
INTRODUCTION
· Rasul Paulus tidak merespon keadaan sakitnya tersebut dengan menunjukkan berbagai jasa dan kehebatan serta buah pelayanannya kepada Tuhan agar dia disembuhkan secara khusus. Kedewasaan spiritualitas rasul Paulus terlihat dengan jelas, yaitu dia mampu menerima dengan senang dan rela keadaan sakitnya tersebut.
· Gal 4:14 - Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri.
· Tidak seorangpun yang tidak menyukai karunia Allah, berada dalam kekuatan & naik ke puncak keberhasilan dsb. Dan tentu saja sebaliknya, tak seorang pun dari kita yang senang berada dalam kelemahan, kesesakan, kesukaran, penganiayaan, dsb. Namun pada pagi ini kita bertanya-tanya mengapa Rasul Paulus berpikir sebaliknya?
· Sebenarnya dosa yang masuk ke dalam kehidupan manusia bukan saja mengambil berkat-berkat fisik yang dapat kita lihat, namun dosa membuat manusia tidak dapat mengalami berkat tersebut. Contoh : orang kaya yg selalu merasa kurang, befoya-foya & have fun namun selalu merasa sepi, pemuka agama yang justru merasa frustasi, dsb. Apa yang salah? Yes 53:6A - Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri.
· Perhatikan kata kunci di ayat 10. Kelemahan yang dimaksud adalah oleh karena Kristus. Ini berarti meliputi seluruh aspek kehidupan kita dimana Kristus menjadi pusat dari segalanya. Contoh : kesulitan-kesulitan saat bekerja (bekerja untuk Tuhan atau diri sendiri?), dalam hubungan dengan saudara seiman / domba (merendahkan diri), kesukaran ketika orang tua menentang komitmen kita kepada Tuhan, putus cinta karena pasangan tidak komitmen kepada Tuhan.
Intinya adalah kesukaran-kesukaran yg terjadi yg mengiringi perjalanan saudara mengasihi & melayani Tuhan Yesus (yg tidak saudara minta tentunya... sakit, cacat, kekurangan finasial, korban kejahatan, dsb..)
· Di Ucapan Bahagia (Matius 5:3-12), kita dapat melihat bahwa setiap ucapan bahagia itu ada hubungannya dengan kelemahan. "Berbahagialah orang yang miskin": orang miskin itu lemah. "Berbahagialah orang yang lemah lembut": orang yang lemah lembut adalah orang lemah. "Berbahagialah orang yang dianiaya": mereka dianiaya karena mereka tidak ada pertahanan.
Namun Yesus memerintahkan kita untuk menjadi bahagia. Ini bukan perintah untuk menjadi munafik, namun ini suatu rahasia kebenaran yang Dia kerjakan dalam hati kita yang sudah tercemar dosa supaya kita dapat mengalami berkat yang sejati.
· Saya menyebutnya sebagai berkat yang tersembunyi. Berkat yang dapat kita lihat setelah Kristus menjamah & mengubah hati kita oleh Firman-Nya.
1. DILEPASKAN DARI KESOMBONGAN / KEMEGAHAN YANG SIA-SIA – ay 6-7
· Bila kita lemah, kita akan dapat belajar merendahkan diri kita.
· Kesombongan akan menghancurkan segala pekerjaan & kehidupan kita.
· Hati-hati dengan kecenderungan manusia menjadi “superman“. Karena pada dasarnya manusia memiliki ego yg tinggi & mudah sekali jatuh dalam kesombongan.
· Gagasan ini datang dari seorang ahli filsafat Jerman yang bernama Friedrich Nietzsche. Orang ini adalah seorang ahli filsafat yang anti-kristen. Meskipun ayahnya seorang pendeta, ia melawan segala sesuatu tentang kekristenan. Bukanlah suatu perkara yang luar biasa untuk orang-orang yang dibesarkan dalam keluarga Kristen kemudiannya berbalik dan melawan kekristenan karena jenis kekristenan yang mereka lihat di rumah. Nietzsche adalah seorang yang sangat pandai tetapi entah mengapa ia memiliki obsesi untuk melawan Tuhan. Dari sekian banyak buku yang ditulisnya, salah satunya berjudul "Anti-Kristus", di mana ia menyatakan dirinya sebagai Anti-Kristus. Ia berbalik melawan Allah karena Allah disampaikan kepadanya dengan cara yang salah. Tetapi dengan berbaliknya dari Allah, ia tidak ada lagi tujuan hidup. Ia telah kehilangan semua arti hidup. Menolak Injil berarti menolak semua dasar pengharapan. Tidak ada suatu apapun yang kekal, segala sesuatu adalah fana. Nietzsche menjadi gila pada usia 45 tahun dan meninggal 11 tahun kemudian, yaitu tahun 1900. Sebagai akibatnya, Nietzsche mengembangkan gagasan tentang Superman. Ia berpendapat bahwa manusia dapat berkembang menjadi Superman, paling tidak beberapa orang dapat. Baginya, pengharapan adalah perkembangan manusia hingga ke tahap pencapaian yang paling tinggi. Manusia dapat menyelamatkan dirinya dengan mengembangkan dirinya sendiri. Beberapa dari kita dapat berkembang menjadi sejenis bangsa yang super. Tentu saja, gagasan tentang bangsa yang super inilah yang diambil dan diterapkan oleh pihak Nazi.
Menjelang akhir perang dunia kedua, berakhir jugalah impian Nazi akan satu bangsa yang super. Namun demikian, gagasan ini dilanjutkan oleh beberapa seniman kartun. Manusia masih saja ingin mempelajari untuk mempercayai dirinya sendiri
· Inilah konsep “jalan nya sendiri“ yang dikatakan di Yesaya tadi sehingga manusia tidak mampu mengalami berkat sejati dari Tuhan. Karena mereka akan jatuh pada kesombongan & memuliakan diri sendiri.
· Apa yang diperingatkan untuk orang-orang kaya? 1 Tim 6:17 - Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
· Kita akan menjadi rela & senang berada di dalam kelemahan/kesukaran kita ketika kita mengerti bahwa ada sukacita kekal ketika kita menjadi pribadi yang rendah hati.
· Yak 4:6 - Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
2. DAPAT MENGALAMI KELIMPAHAN KASIH KARUNIA ALLAH – ay 9-10
· Ada dua definisi dari kata ini yang terdapat di dalam kamus standar yang diterjemahkan sebagai "berkelimpahan". Definisi pertama adalah " luar biasa, istimewa, hebat". Definisi ke dua dari kata "berkelimpahan" ini adalah "berlebih-lebihan, atau melebihi kebutuhan"
· Kira-kira kelimpahan ini dapat kita alami dari keadaan external atau dari hati kita? Saudara dapat mengambil contoh kehidupan di dunia ini.. seseorang yang istimewa & hebat yang berlebihan dalam kekayaan. Apakah mereka hidup berkelimpahan?? Ingat manusia mengambil “jalannya sendiri“ yang menyesatkan..
· Markus 6:7-8 - Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan. Yesus ingin mengajarkan kepada murid-murid-Nya (yaitu kita) mengenai kepada siapa kita menaruh pengharapan kita? Kepada kekayaan kah atau kepada Tuhan? Ketika para murid berada dalam kelemahan tersebut, mereka dapat belajar menaruh pengharapan hanya kepada Tuhan.
· Orang kaya di dalam Tuhan & yg tidak mengenal Tuhan sebenarnya sama-sama merasa kekurangan. Bedanya adalah yang satu selalu merasa kurang berkaitan dengan kepuasan dirinya sendiri dan yang lain selau merasa membutuhkan pertolongan Tuhan karena seluruh yang dia miliki adalah untuk memuliakan Tuhan & untuk selalu memberi kepada Tuhan. Therefore, Allah tahu batasan kita sebab itu Dia mempercayakan kepada kita masing-masing menurut takaran kita. Tidak ada yang lebih istimewa karena setiap dari kita akan juga mempertanggung jawabkan kepada Tuhan seturut ukuran kita sendiri.
· Jadi, kita tidak dapat mengalami kelimpahan dengan adanya mobil / kekayaan kita. Tidak perlu kita merasa iri dengan kenyamanan dunia ini karena kelimpahan berasal dari hati kita, yaitu ketika kita menaruh pengharapan kita kepada Tuhan. Hal ini tidak berbicara hanya masalah keuangan saja, tapi juga sakit penyakit, kesukaran dalam studi, pekerjaan, dalam keluarga, dsb.
· Kita perlu bersyukur berada dalam kelemahan karena itu mengajar kita untuk menaruh pengharapan kita kepada Tuhan dan kita dapat mengetahui bahwa begitu banyak Anugrah-Nya, Pertongan-Nya, Mujizat-Nya yang kita terima sehingga kita dapat merasakan kelimpahan.
· Sebuah Kualitas Hidup berasal dari dalam hati kita yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Itu yang dikehendaki oleh Yesus di dalam Yoh 10:10 - Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Ada orang yang merasakan kelimpahan dengan memiliki rumah yang sederhana, namun ada orang yang selalu merasa kekurangan meskipun memiliki rumah mewah dengan 10 mobil. What makes the diffrences? Karena mereka tidak pernah merasakan Anugrah Allah.
· Apakah saudara makin rela & senang berada dalam kelemahan?
3. DAPAT MEMAHAMI / SABAR TERHADAP KELEMAHAN ORANG LAIN – (terhadap jemaat di korintus) 2 Kor 11:23-29
· Berbicara mengenai memiliki hati seorang gembala yang baik.
· Gembala adalah bentuk kepemimpinan yang melayani dan berkorban. Tanpa memiliki hati gembala, akan sulit sekali kita dapat melakukannya.
· Kita perlu bersyukur ketika berada di dalam kelemahan karena dengan demikian kita dapat setia berdoa dan memahami domba-domba kita yang berada di dalam kelemahan.
· Kalau saudara tidak betah tinggal dalam kesukaran, maka saudara pasti tidak betah untuk bertekun terhadap pertumbuhan saudara. Saudara membuktikan hal itu??
· Hanya ketika kita rela ada di dalam kelemahan & berlaku setia maka kita juga dapat menjadi gembala yang setia berdoa & mengajar domba-domba dengan hati sampai mereka bertumbuh.
· Kelemahan & kesukaran kita membuat kita memahami orang lain dan tidak mudah menjadi marah / jengkel dengan perlakukan orang lain. Ini lah yang disebut pribadi yang lemah lembut. Mereka dikatakan memiliki bumi ini. Saudara mau?
· Mari kita katakan bersama-sama ayat 10.
13 DESEMBER 09
KETELADANAN YUSUF -- by Ps H
KETELADANAN YUSUF
Matius 1 : 18 – 25
Dalam hari-hari ini kita sudah melihat semarak natal ada dimana-mana . Lagu-lagu sambutan akan hadirnya sang bayi Yesus Kristus dan lagu yang menyatakan kemuliaan Tuhan dikumandangkan di mana-mana , yang seakan-akan mewakili pujian dan penyembahan yang dilakukan oleh para gembala yang melihat bayi Yesus pada saat itu
Mengingat kelahiran Yesus sekitar 2000 tahun yang lalu, membawa kita mengingat 2 pribadi yang ada di balik kelahiran Yesus . 2 pribadi yang tergoncang dan terusik di dalam pikiran dan perasaannya ketika benih Yesus itu ada dalam kandungan, yaitu Maria dan Yususf
o Maria, seorang perawan yang sudah bertunangan, hamil bukan karena perbuatan tunangannya atau laki-laki lain
o Dan Yusuf, yang mendengar tunangannya hamil, tapi bukan karena perbuatannya
Suatu peristiwa yang menggoncangkan siapapun yang mengalaminya, namun dari peristiwa tersebut kita dapat melihat bahwa Maria dan Yusuf merupakan pribadi yang luar biasa
o Dimana mereka dapat melewati suatu masa krisis dalam diri mereka : rasa malu, terancam kehilangan orang yang dicintainya, krisis kepercayaan terhadap pasangannya
Tanggapan dan reaksi mereka dalam menghadapi masaa krisis menunjukkan mereka adalah pribadi yang berkarakter luar biasa. Dimana kita perlu meneladani
Karakter dan keteladanan Maria sering disebut dan dibahas di dalam khotbah, bahkan kalau saudara mengingat, kita sudah membahasnya berkali-kali . Tetapi karakter Yusuf sangat jarang diungkapkan . Hal tersebut dapat dimaklumi, karena kita seringkali terfokus pada sosok yang menerima akibat yang nyata terlihat oleh mata, yaitu hamil, sedangkan pada Yusuf, kita kurang melihat akibat dalam peristiwa tersebut
Pada pagi hari ini kita akan melihat karakter Yusuf yang dapat kita teladani, yaitu :
1. Bertindak dengan iman. Ay 18 - 24
Ø Bertindak dengan iman berarti tunduk kepada kedaulatan dan kehendak Tuhan, tidak hidup dengan pola pikir dan nilai-nilai yang dimilikinya . Dan Tindakan seperti itu dapat kita lihat di dalam pribadi Yusuf
Ø Ketika Yusuf mendengar pengakuan Maria yang hamil, maka itu bagaikan suara petir yang menggelagar di telinganya, yang menggoncangkan jiwanya . Saya membayangkan pada saat tu terjadi perdebatan yang cukup serius antara Yusuf dengan Maria : Yusuf bertanya pada Maria, kok bisa, bagaimana kamu bisa hamil, apa kamu selingkuh, dll, dan kemudian Maria juga mencoba menjelaskan kejadian dari kehamilan dirinya dan memohon untuk dimengerti dan didukung
Ø Dan rasanya Yusuf ini tidak bisa menerima kehamilan tunangannya tersebut, sehingga Alkitab mencatat bahwa Yusuf punya rencana untuk menceraikan Maria, tunangannya
Ø Keputusan untuk menceraikan Maria ini tentunya sudah dipertimbangkan secara matang dari beberapa aspek, bukan tindakan sembrono dan penuh emosi, karena dikatakan Yusuf ini seorang yang tulus hati . Seorang yang tulus hatinya, tentunya di dalam tindakannya tidak ingin menyakiti hati orang lain dan ada belas kasihan, maka dikatakan Yususf tidak ingin mencemarkan nama istrinya sehingga dia berencana untuk menceraikan Maria dengan diam-diam
Ø Secara manusia, keputusan Yusuf ini adalah keputusan yang tepat, karena memenuhi beberapa kriteria, yaitu:
a. Sebagai keputusan yang baik
· Pernikahan bagi bangsa Israel merupakan hal yang nsakral, mereka sangat menjaga kekudusan pernikahan, sehingga jika di dapati seorang berzinah maka ia akan dihukum sangat berat, yaitu di rajam dan ada hukum-hukum yang mengatur perceraian karena perzinahan tersebut è Tunangan dan pernikahan sama
· Ulangan 24 : 1 “Apabila seseorang mengambil seorang perempuan dan menjadi suaminya, dan jika kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan itu, sebab di dapatinya tidak senonoh padanya, lalu ia menulis surat dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu, sesudah itu menyuruh dia pergi dari rumahnya”
· Jadi dari segi budaya yang berlaku, keputusan Yusuf untuk menceraikan Maria yang hamil bukan karena dirinya adalah bukan keputusan yang salah atau jelek
b. Sebagai Keputusan yang bijaksana
· Yusuf merasa kalau keputusan yang dia ambil untuk menceraikan istrinya adalah keputusan yang bijaksana, karena tidak merugikan semua pihak dan dia tidak melakukan kejahatan
· Dan mungkin menjadi bijaksana kalau kita berpikir dari pada memulai sesuatu dengan tidak rasa yang tidak enak, maka lebih baik dihentikan
· Keputusan untuk melanjukan pernikahannya dengan Maria adalah keputusan yg merugikan Yusuf
c. Sebagai Keputusan yang logis
· Suatu keputusan dikatakan logis dan masuk akal kalau cocok dengan :
o pola pikir “aku” . keputusan cerai adalah keputusan logis bagi diri Yusuf
o Pola pikir “ umum” . Secara budaya, wanita yang hamil bukan karena suaminya adalah patut diceraikan dan dihukum
o Hukum alam
Ø Keputusan cerai yang dibuat Yusuf merupakan keputusan yang baik, bijaksana dan keputusan yang logis bagi manusia . Namun bagaiamana menurut standart Tuhan ??
o Apa yang dikatakan baik, bijaksana dan logis oleh manusia belum tentu baik, bijaksana dan logis bagi Tuhan, bahkan bisa bertentangan, karena manusia telah berdosa sehingga mengalami kerusakan dan ketidaksempurnaan didalam cara pandang dan pola pikirnya
o Apa yang dipandang baik oleh Yusuf, merupakan kejahatan di hadapan Tuhan
§ Yusuf seorang yang egois, Yusuf tidak memikirkan orang yang dicintai secara sepenuhnya, dia lebih memikirkan kepentingan diri sendiri
§ Seharusnya di dalam kondisi yang dihadapi Maria, dia menjadi orang yang dapat menolong dan mendukungnya
o Apa yang dikatakan bijaksana, bukanlah bijak dari sana (Tuhan), tetapi bijak-sini, yaitu menurut hikmat dan nilai dari sini ( dunia ), yang bertenangan dengan prinsip Allah
o Apa yang logis menurut manusia, juga belum tentu logis bagi Tuhan, karena pemikiran manusia yang berdosa bertentangan dengan pemikiran Allah . Firman Tuhan katakan : seperti bumi dan langit, demikianlah jauhnya rancangan manusia dengan rancangan Allah
Ø Di tengah masa krisis yang dihadapi oleh Yusuf dan Maria dan di tengah Yusuf mempertimbangkan maksudanya untuk menceraikan Maria, tunangannya, Malaikat Tuhan hadir di dalam mimpi Yusuf . Dan apa yang dikatakan Tuhan melalui malaikatNya tersebut ???
o Tuhan berkata untuk Yusuf tidak takut mengambil Maria sebagai istrinya
o Tuhan memberitahukan tentang bayi yang ada di dalam kandungan Maria adalah Roh Allah
o Tuhan memberitahukan bahwa Dia sedang menggenapi apa yang telah Dia katakan lewat para nabi, yaitu tentang misi menyelamatkan manusia dari dosa
Ø Dan bagaimana reaksi dan tanggapan Yusuf terhadap kehendak Tuhan tersebut ?
o Alkitab mencatat : Yusuf berbuat seperti apa yang telah diperintahkan Malikat Tuhan itu kepadanya
Ø Hal ini menunjukkan bahwa Yusuf seorang yang bertindak dengan iman . Dia menanggalkan segala kehendak dan pola pikirnya dan sebagai gantinya dia tunduk kepada Tuhan dan kehendakNya dengan sepenuhnya
Ø Tindakan Yusuf yang beriman ini perlu kita teladani dan menjadi komitmen kita, sehingga ini menjadi hadiah terindah bagi Yesus, yang telah datang dalam hidup kita dan menyelamatkan kita dari dosa.
o Jangan jadikan pola pikir dan logika kita menjadi yang utama dan memimpin hidup kita, walaupun itu kelihatannya baik, sangat bijak dan masuk akal, tapi marilah kita tunduk pada Allah dan kebenaranNya
o Contoh contoh :
Ø Ketika Firman Tuhan dinyatakan seringkali membawa kita pada persimpangan jalan, bertentangan dengan apa yang kita mau, tapi marilah kita bereaksi dan memberi respon seperti Yusuf yaitu bertindak seperti yang dikatakan Tuhan
2. Setia di dalam komitmen. Ay 25
Ø Yusuf melakukan apa yang diperintahkan Tuhan yaitu mengambil Maria sebagai istrinya, namun dia tidak bersetubuh dengan Maria sampai Yesus lahir
Ø Alkitab tidak menyatakan apakah tindakan Yusuf untuk tidak bersetubuh dengan Maria tersebut merupakan perintah Allah ataukah merupakan sebuah keputusan dari diri Yusuf sendiri yang didasarkan oleh karena dia mengerti bahwa Maria sedang dipakai Tuhan mengandung anak dari Roh Kudus, yang akan menyelamatkan manusia dari dosa seperti yang telah dinubuatkan oleh para nabi
Ø Kita tidak mengerti dengan jelas sehubungan hal tersebut, namun yang dapat kita lihat, Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria sampai anak laki-laki yang dikandungnya itu lahir . Hal tersebut menunjukkan bahwa sejak dia menikahi Maria, dia telah membuat komitmen tersebut
Ø Dan Yusuf adalah setia di dalam komitmennya
o Bagi seorang laki-laki yang sudah menikah, hal tersebut bukan perkara mudah
o Dan Yusuf bukan seorang laki-laki yang impoten, karena pada faktanya setelah Yesus lahir, dia bersetubuh dengan Maria dan Maria melahirkan anak selain Yesus . Alkitab mencatat Yesus memiliki saudara ( Matius 12 : 46)
Ø Dalam perjalanan kehidupan kita dengan Tuhan, pastilah kita membuat komitmen-komitmen pribadi di hadapan Tuhan seturut dengan bertambahnya keintiman kita dengan Tuhan dan bertumbuhnya pengenalan kita akan kehendak Allah dalam hidup kita
o Berkomitmen untuk rajin beribadah
o Berkomitmen untuk rajin berdoa dan baca Alkitab
o Berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan dalam bidang pekerjaan, pelayanan, dan keluarga
o Berkomitmen menciptakan kesempatan untuk Injil diberitakan, dll
Ø Mari kita teladani kehidupan Yusuf yang setia pada komitmen yang telah dibuatnya, walaupun itu bukan perkara yang mudah, yang mana membutuhkan perjuangan kita . Tapi tetaplah hidup dengan komitmen . Nyatakan pada diri kita sendiri : This Is My Komitmen!!!
Ø Dan yang jelas kita memiliki sumber kekuatan yang dapat diandalkan yaitu Allah . Maka andalkan Tuhan, Dia akan memberi kesanggupan buat kita
o Yeremia 17 : 7 “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan”
06 DESEMBER 09
WASPADALAH! WASPADALAH!! -- Ps H
WASPADALAH !!! WASPADALAH !!!!!
Markus 5 : 1 - 20
Iblis adalah musuh kia yang sejati. Maka Tuhan memperigatkan kita untuk senatiasa waspada. I Petrus 5 : 8 “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”. Dan di dalam Kristus memiliki otoritas dan kuasa untuk mengalahkan setiap pekerjaan dan tipu daya iblis, karena Yesus telah mengalahkan dan menghancurkan kuasa iblis dan Yesus memberikan kuasa tersebut kepada kita .
Tapi pada faktanya banyak orang kristen yang seringkali kalah dan berada di dalam belenggu iblis, sehingga tindakan dan pola pikirnya berlawanan dengan kehendak Tuhan dan menimbulkan kekacauan dalam hidupnya?
Apakah kuasa Yesus yang ada di dalam hidup kita kurang berkuasa???? JELAS TIDAK !!!
Semua itu seringkali terjadi karena kita tidak waspada, sehingga kita tidak menggunakan otoritas untuk menghancurkan pekerjaan iblis
Untuk menjadi waspada, kita perlu mengerti strategi atau cara-cara yang dipakai iblis untuk menghancurkan kehidupan manusia.
Melalui perikop yang kita baca pagi hari ini, kita dapat mengamati beberapa strategi yang dipakai iblis untuk menipu daya kita
1. Waspadalah ! Iblis menaburkan ketakutan
Dalam peristiwa ini, Tuhan Yesus mengusir iblis yang telah menguasai orang tersebut masuk ke dalam babi, yang mana itu menyebabkan seluruh kawanan babi yang ada di situ terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati dalam air
Peristiwa ini cukup membuat orang-orang tersebut ada di dalam keterkejutan dan ketakutan. Mereka melihat apa yang biasa tidak mereka lihat. Manipestasi perpindahan iblis ke babi mungkiun juga menimbulkan rasa takut, mereka takut kalau iblis juga dapat pindah di dalam diri mereka.
Belenggu ketakutan membuat mereka tidak melihat kebesaran Tuhan, kuasa dan pekerjaan Tuhan yang telah menyembuhakan orang yang kerasukan setan, maka tidak heran mereka bersyukur kepada Tuhan dan memuliakan Tuhan atas pekerjaanNya, tetapi justru mengusir Yesus
Membelenggu manusia dengan “KETAKUTAN” adalah startegi iblis untuk mengalihkan fokus manusia dari Allah dan kehendakNya. Manusia dibuatnya berfokus pada hal-hal negatif yang mungkin terjadi dan strategi iblis ini sangat manjur dalam kehidupan manusia, karena manusia yang ada dalam dosa ini cenderung tunduk kepada rasa “takut”
Image authority kita sudah terkondisi sedemikian rupa sehingga kita mendapati bahwa terhadap pemimpin yang baik dan lemah lembut kita cenderung tidak taat dan memberontak, sedangkan terhadap pemimpin yang jahat kita lebih taat dan melakukan apa yang dia mau
Segala bentuk ketakutan adalah datang dari pekerjaan iblis, maka lawanlah dan perangilah. Sebaliknya di dalam Tuhan tidak ada ketakutan karena Tuhan tidak memberikan kepada kita roh ketakutan ( 2 Tim 1 : 7 )
2. Waspadalah! Iblis Mengubah Skala Prioritasmu
Kedamaian, sukacita, keberhasilan, kemerdekaan dan kemuliaan hidup ini kita akan alami kalau kita hidup dengan prioritas yang benar, yaitu menjadikan Tuhan dan hukum-hukumNya menjadi yang terutama di dalam hidup kita ( Matius 6 : 33 ).
Iblis ingin menghancurkan kehidupan kita dengan mengubah prioritas kita, bukan dengan cara yang frontal tetapi secara sedikit demi sedikit. Maka sekali lagi kita perlu waspada terhadap strategi iblis ini
Bagaimana cara iblis mengubah prioritas kita ???
2.1. Menggeser hal yang utama menjadi yang sekunder
Orang-orang Gadara ini tidak dapat melihat yang inti, yaitu bahwa Yesus telah menyembuhakan orang yang kerasukan setan, orang yang selama ini menakut-nakuti dan mengganggu mereka, tetapi iblis membuat orang ini berpikir bahwa kedatangan Yesus telah membuat kekacauan, di mana penjaga babi pada lari tunggang langgang dan sekitar 2000 babi mati è è Mereka lebih melihat bahwa Yesus telah menggangu, maka tidak heran mereka mengusir Yesus
Iblis memberi bisikan-bisikan kepada kita, yang dapat membuat kita tidak berfokus pada hal yang utama, tetapi lebih melihat dan dipimpin oleh hal-hal yang sekunder, hal yang tidak penting, dan bahkan hal yang salah, sehingga membuat keputusan kita tidak benar dan mengacaukan hidup kita.
Suatu contoh Ketika seorang pemimpin menegur, seringkali seseorang menjadi marah dan sakit hati oleh karena mereka memandang caranya pemimpin tersebut menegur, bukan pada isi tegurannya yang mendatangkan kebaikan pada dirinya, sehingga pemberontakan yang dilakukannya, bukan ketaatan
2.2. Menggeser konsep nilai
Yesus menyelamatkan dan membebaskan orang yang kerasukan setan dan mengusir setan masuk ke dalam babi, tentunya punya maksud yang tidak hanya sekedar menuruti permintaan iblis, tetapi Tuhan ingin menunjukkan kekuatan legion yang menguasai orang tersebut, yaitu sebanyak jumlah babi dan tentunya Tuhan ingin juga menunjukkan bahwa manusia di hadapan Tuhan itu lebih berharga dari apapun juga
Namun orang Gadara tidak bisa melihat satu nilai betapa pentingnya orang yang kerasukan setan ini dilepaskan dan kemudian membuat mereka bersyukur dan memuliakan Allah, tetapi mereka lebih memikirkan kerugian materi yang harus mereka tanggung karena 2000 ribu babi mati
Iblis mencoba menggeser konsep nilai yang harusnya berfokus pada perkara-perkara yang diatas , yang essensial dan bernilai kekal menjadi orang yang berfokus pada hal-hal yang duniawi, sehingga membuat keputusan dan tindakan kita yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan dan tidak memuliakan Tuhan
Kita harus waspada!!! Firman Tuhan katakan supaya kita terus berpikir tentang hal-hal yang diatas, dimana Allah ada, bukan yang dibumi ini ( Kolose 3 : 1)
29 NOVEMBER 09
APA KATA ALKITAB TENTANG KIAMAT -- Ps H
BENARKAH 2012 KIAMAT ???
APA KATA ALKITAB TENTANG KIAMAT ???
By. Ps. Harno
Hari Kiamat adalah hari kesudahan dari pada seluruh kehidupan bumi, dimana pada saat itu terjadi bencana yang luar biasa atas bumi dan seluiruh isinya, dan itulah hari akhir dari kehidupan bumi ini, termasuk manusia. Dan setelah itu manusia akan masuk dalam kehidupan di dalam zaman yang baru, apakah ada di dalam surga atau neraka. Karena besarnya pengaruh kiamat itu bagi kehidupan manusia , maka manusia tertarik dengan segala hal yang berhubungan dengan peristiwa kiamat. Hal ini dapat terlihat, adanya antusiasme masyarakat yang begitu besar untuk menonton film 2012, suatu film yang yang terinspirasi oleh ide peristiwa hari kiamat global yang bersamaan dengan akhir putaran Kalender Panjang Maya pada atau sekitar 12 Desember 2012.
Untuk membahas tentang kiamat, kenapa kiamat terjadi dan apa yang Tuhan kehendaki atas kehidupan manusia sebelum kiamat serta kapan hari kiamat itu terjadi, maka kita akan membahas beberapa hal, yaitu :
I. Permulaan Dosa
Kej 3 : 9 è è Manusia di surga hidup di dalam keadaan damai, keindahan, kenyamanan, tidak ada kesulitan, dan Allah merancangnya untuk hidup kekal.
Namun ketika manusia tidak taat dan jatuh dalam dosa, maka keadaan menjadi berubah dan segala sesuatu mengalami apa yang namanya kesulitan, ketidak nyamanan, kehilangan damai sejahtera dan bahkan kematian, segala hal menemui kata akhir. Sejak manusia jatuh dalam dosa itulah kata kiamat menjadi bagian dari kehidupan dunia dan isinya, termasuk manusia
Dalam Kejadian 3 : 14 dan 17, kita melihat bahwa Akibat Dosa yang diperbuat oleh manuisa, Tuhan mengutuk ular dan mengutuk tanah sehingga sebagai implikasinya tumbuh semak duri dan rumput duri
Kita melihat betapa besar dan luar biasa nya kasih Allah ini kepada manusia. Manusia yg berbuat dosa, Allah tidak mengutuk nya, tetapi karena tanah dimana manusia tinggal menerima kutuk, maka manusia menerima konskwensi dan akibat dari dosa yang telah dilakukan, yaitu manusia mengalami ketidaknyamanan, kesulitan, penderitaan dan kebinasaan. Karena dosa manusia tidak lagi mengalami atmosfer surga yang penuh kebahagiaan dan damai sejahtera.
II. Gereja Bertanggungjawab
Karena tanah yang telah dikutuk, maka manusia hidup di dalam ketidak nyamanan, penderitaan dan kesulitan. Hal tersebut bukan kehendak Tuhan, namun itu terjadi karena konsekwensi dari dosa. Namun dari Doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya, kita dapat mengerti bahwa Tuhan ingin kehidupan dengan atrmosfer kerajaan surga terjadi ditengah-tengah kehidupan manusia dibumi ini. Dan Gereja memiliki tanggungjawab untuk menghadirkan Kerajaan Surga dibumi ( Mat 6 : 10 ; Mat 28 : 16 – 20 )
Gereja Tuhan Yesus, yang sudah dipilih Allah untuk menjadi imamat yang rajani.
Imamat rtinya orang percaya harus menjadi Iman : pengantara. Rajani artinya ornag percaya itu ditetapkan Tuhan untuk menjadi raja –raja dimana Raja diatas segala Rajanya adalah Tuhan Yesus sendiri. Kematian Tuhan Yesus selain membebaskan manusia dari dosa, juga membebaskan tanah dari kutuk, dan ini memungkinkan bahwa kerajaan Allah dapat dihadirkan dibumi.
Kita dapat menghadirkan kerajaan Allah di bumi, jika kita hidup di dalam hukum-hukum kerajaan Allah. Dan itu berarti bahwa hanya orang yang sudah lahir baru dan memiliki kedewasaan rohani yang dapat menegakkan kerajaan Allah dibumi.
III. Tuhan Ingin Mendirikan Kerajaan Allah di Bumi
Dalam mengerjakan tanggung jawab tersebut, gereja perlu mengerti dengan sungguh-sungguh akan kerinduan TuhanYesus akan hadirnya Kerajaan Allah di bumi tersebut, sehingga gereja akan mengerjakan dengan kesungguhan dan penuh tanggungjawab. Sebab gereja adalah kantor cabang kerajaan surga, dan sebagai kantor cabang harus mengerjakan apa yg menjadi kebijaksanaan dan kehendak kantor pusat-nya.
Untuk mengerjakan tanggungjawab tersebut, Tuhan memperlengkapi kita, yaitu memberikan kita kunci – kunci nya
· Matius 16 : 19
· Wahyu 1 : 18
· Wahyu 9 : 1
Tuhan memberikan kunci kerajaan surga dan kerajaan maut
Iblis menaburkasn belenggu-belenggu di dalam hidup kita, belenggu sakit hati, kekwatiran, kemalasan, perpecahan dlsb-nya. TETAPI Tuhan telah memberikan kunci untuk membukanya, UNTUK DIRI KITA SENDIRI DAN UNTUK ORANG LAIN.
Kita juga memiliki kunci untuk kerajaan surga, dan kita siap untuk mengambil berkat-berkat yang tersedia di surga.
Kenapa kita seringkali masih terbelenggu oleh hal-hal yang dikerjakan iblis dan kita tidak menghadirkan kedamaian dan sukacita itu di tengah-tengah dunia ini?? Jawabnya oleh karena kita tidak memakai kunci atau kuasa yang telah diberikan oleh Tuhan Yesus.
Pertanyaannya: dimanakah peluit otoritas kita pakai ?? Apakah kita sering memakai peluit otoritas kita di gereja, untuk menghakimi orang-orang percaya lain, pemimpin, pendeta atau kita memakai otoritas dan kuasa dari Tuhan unt